Inilah Wajah Pembunuh Pensiunan PTPN V Riau

Pekanbaru, Detak Indonesia--Masih ingatkah kasus pembunuhan pensiunan PTPN V pada 29 Mei 2024 lalu Saiwan ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Bunga Inem, Pekanbaru, Riau?

Inilah wajah tersangka pelakunya. Pelakunya adalah supir pribadinya sendiri bernama Raka. Siapa sosok Raka ini dihadirkan dalam Press Release Sat Reskrim Polresta Pekanbaru, Rabu petang tadi (19/6/2024).

Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky didampingi Kasat Reskrim Kompol Berry Juana kepada pers menjelaskan terungkapnya pelaku ini berkat kerja keras Polresta Pekanbaru dengan Polsek Bina Widya Pekanbaru.

Mobil, ATM, korban hilang dilarikan tersangka. Setelah diketahui ATM digunakan tersangka di ATM Bank Mandiri kecurigaan aparat mengarah ke supir pribadi ini. 29 Mei sampai 13 Juni pelaku sembunyi di Jakarta dan Banyuwangi.

Mobil yang dititip pelaku ke temannya di Bengkulu, temannya curiga mobil ini akhirnya diserahkan ke Polsek di Bengkulu.

 

"Korban saat makan siang dipukul pelaku dengan asbak rokok dicekek dan ditutup pakai bantal hingga tewas, pelaku sendiri melakukan pembunuhan majikannya. Korban terlalu percaya sama supirnya. Motifnya ingin memiliki harta korban. Sudah bekerja sebagai supir 3 sampai 4 bulan. Rekening Mandiri korban Rp104 juta. Setelah PIN ATM ditemukan tersangka diambil uang korban untuk bayar hutang. Kemana saja uang digunakan sedang diselidiki. Sisa rekening korban kini Rp33 juta lebih. Ngekos tersangka di Banyuwangi 4 hari. Saat dibawa ke Pekanbaru, tersangka berupaya lari dan diambil tindakan tegas terukur oleh petugas. Tersangka dikenai pasal 340, 338 pembunuhan berencana diancam hukum mati," jelas Waka Polresta Pekanbaru AKBP Henky didampingi Kasat Reskrim Berry Juana.

Seperti diberitakan media sebelumnya, Polisi telah menangkap Raka, pelaku pembunuhan pensiunan PTPN V kini PTPN IV Regional III Pekanbaru bernama Saiwan. Pelaku ternyata supir pribadi Saiwan.

"Pelaku berinisial RK, supir korban sendiri," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana,  kepada wartawan Jumat lalu (14/6/2024).

Berry menegaskan usai pembunuhan, tersangka Raka melarikan diri ke Bengkulu. Dia kemudian meninggalkan mobil korban dan melarikan diri membawa uang korban ke Jakarta.

 

Tak hanya itu, tersangka juga kemudian berpindah ke Subang Jawa Barat lalu lari dan bersembunyi di Banyuwangi, Jawa Timur. Di Banyuwangi itulah tersangka ditangkap petugas Satreskrim Polresta Pekanbaru kerjadama Polresta Banyuwangi dan Jatanras Polda Jawa Timur.

"Mobil korban ini kami temukan di Bengkulu setelah dititipkan tempat kerabatnya. Lalu pelaku kabur berpindah-pindah tempat dan terakhir ditangkap di Banyuwangi," jelas Berry.

Usai ditangkap di Banyuwangi dan dalam perjalanan ke Pekanbaru, Berry mengungkap motif pembunuhan itu masih dalam pendalaman. Sebab, pelaku masih dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Pekanbaru.

"Motif nanti kami dalami dulu karena untuk RK masih perjalanan ke Pekanbaru. Masih dibawa anggota ke Mapolresta Pekanbaru," kata Berry beberapa waktu lalu.

Sebelumnya pensiunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V seperti diberitakan media Saiwan ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Bunga Inem, Pekanbaru, Riau. Korban diduga kuat tewas dibunuh karena banyak darah berceceran dan mobil hilang dibawa lari. Saat itu belum tahu siapa pelakunya. Tapi aparat dan warga curiga, pasca pembunuhan itu supir Raka menghilang.

Sisa uang korban.

 

Ketua RW di wilayah rumah korban, Ivan Syahlutfi menjelaskan korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sebelum ditemukan meninggal bersimbah darah, korban sempat pergi ke bank dengan supirnya, Raka.

Namun sejak pergi pada 29 Mei 2024 lalu, Hp korban sudah tidak aktif lagi hingga malam. Anak korban yang khawatir lalu datang untuk mengecek karena tidak dapat dihubungi.

"Anaknya ini ada empat. Lalu anaknya yang tinggal di Kubang Pekanbaru datang karena sejak dari 29 Mei 2024  tak bisa dihubungi sampai sorenya," kata Ivan.

Setiba di rumah korban, anaknya masuk lewat pintu samping. Namun ia terkejut ada tumpukan kain ketika mau menghidupkan lampu di ruang tamu.

"Anaknya masuk dan waktu mau hidupkan lampu kok ada seonggok kain. Lalu dipanggillah tetangga dan waktu mau dihidupkan ada seonggok, karena sudah pening anaknya minta antarkan sama RT dan dihidupkan, disenter memang bapak ini. Posisi darah sudah kececeran," tambah Ivan.

 

Ivan mengaku saat ditemukan kondisinya masih pakai baju dan sepatu lengkap. Ia juga melihat korban masih memakai jam tangan dan cincin.

Hanya saja, ada luka pada bagian pipi dan darah berceceran. Bahkan, ada bekas darah di lantai yang menunjukkan mayat sempat diseret.

"Ada luka di pipi kiri hancur darah keluar, bukan sakit, tapi karena diduga dihantam ke tembok. Diduga masih hidup diseret lah itu darah nampak karena mayat ditutup pakai selimut," jelasnya.(azf)


Baca Juga