Renovasi Toilet Bapenda Pekanbaru Tak Ada yang Fiktif

Pekanbaru, Detak Indonesia--Viral pemberitaan tentang dugaan korupsi renovasi toilet 2023 di Bapenda Pekanbaru yang saat ini sedang diselidiki Polresta Pekanbaru bahkan sudah diperiksa 7 orang, dijelaskan duduk permasalahannya dengan seksama oleh Sekretaris Bapenda Pekanbaru Ade Rinalsi SE, di ruang kerjanya di Pekanbaru, Jumat (5/7/2024).

Menurut Sekretaris Bapenda Pekanbaru Ade Rinaldi SE yang juga sebagai PPTK renovasi toilet Bapenda Pekanbaru 2023 bahwa tidak ada renovasi toilet yang fiktif di Bapenda Pekanbaru. Yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru itu keliru objeknya digambarkan di lantai I Bapenda Pekanbaru. Padahal yang benar adalah renovasi toilet lantai II Bapenda Pekanbaru pagu anggaran tahun 2023 sebesar Rp200 juta.

"Renovasi toilet lantai II Bapenda Pekanbaru ini Penunjukan Langsung (PL) besar anggaran proyek hanya Rp200 juta. Sudah diaudit BPK Perwakilan RI Pekanbaru tak ada temuan. Saat ini sedang diaudit Inspektorat," jelas Ade Rinaldi SE.

Menurut Sekretaris Bapenda Pekanbaru ini benar dia telah dimintai keterangan oleh Polresta Pekanbaru. Sebagai warga negara yang taat hukum, Ade datang memenuhi panggilan polisi dan sudah memberikan keterangan yang diminta.

Sekretaris Bapenda Pekanbaru Ade Rinaldi SE (kiri)

 

Ade Rinaldi SE bahkan membawa dan menunjukkan kepada sejumlah wartawan toilet yang telah direnovasi baik 2023. Sekali lagi Sekretaris Bapenda Pekanbaru ini menegaskan tak ada renovasi toilet fiktif di Bapenda Pekanbaru.

Seperti diberitakan media sebelumnya bahwa Polisi telah periksa 7 saksi terkait dugaan renovasi toilet fiktif di Bapenda Pekanbaru. Aparat Satreskrim Polresta Pekanbaru mengusut dugaan korupsi renovasi toilet yang diduga terjadi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru.

"Benar, masih lidik. Saat ini kita masih berusaha mendalaminya," ucap Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (4/7/2024).

Dikatakan Berry, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi.

"Sejauh ini sudah tujuh saksi yang kita mintai keterangan," jelasnya.

 

Di antara tujuh orang saksi yang diperiksa tersebut dari pihak Bapenda, termasuk Sekretaris Bapenda Pekanbaru, Ade Rinaldi SE.

"Ada pihak lain juga yang diperiksa," tambah Bery.

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah Satreskrim Polresta Pekanbaru menerima laporan terkait perbaikan toilet yang dianggarkan tahun 2023 yang diduga fiktif.

Polisi juga telah melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk menghitung dugaan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut. (azf)


Baca Juga