Pekanbaru, Detak Indonesia--Tiga "Kampung Narkoba" di Kota Pekanbaru Riau diusulkan agar disulap jadi Kampung UMKM atau Kampung Kuliner oleh bakal calon Wali Kota Pekanbaru atau bakal calon Gubernur Riau mendatang.
Hal ini disampaikan mantan Kapolsek Sawahan Surabaya 2014, Jawa Timur yang kini melejit menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Manang Soebeti, di ruang kerjanya di Mapolda Riau, Jumat siang (2/8/2024).
Kombes Pol Manang Soebeti yang merupakan putera Minang dari ayah Suku Chaniago Solok Sumbar dan ibu berdarah Jawa ini mengisahkan kisah suksesnya saat menjadi Kapolsek Sawahan Surabaya Jawa Timur 2014 yang menjadi pusat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara bernama Dolly.
"Saat jadi Kapolsek Sawahan Surabaya 2014 di kawasan lokalisasi Dolly itu ada salah satu bos punya penginapan 6 lantai namanya H Saka punya 1.400 cewek. Wali Kota Surabaya saat itu ibu Risma Harini. Saya usulkan ke Ibu Risma agar beli penginapan H Saka itu akhirnya dengan uang APBD Surabaya dibeli sekitar harga Rp16 milyar dan perlahan kawasan itu saya usulkan jadi kawasan UMKM dan Kuliner, sampai sekarang 2024. Untuk bakal calon Wali Kota Pekanbaru dan Gubernur Riau 2025 nantipun demikian saya minta agar tiga Kampung Narkoba Pekanbaru tadi dijadikan pusat UMKM dan Kuliner gunakan dana APBD. Peninglah polisi harus tangkap narkoba terus di situ tak kan menyelesaikan masalah dengan tangkap menangkap. Harus dibuka usaha ekonomi UMKM atau Kuliner untuk kesejahteraan masyarakat di situ," jelas Kombes Manang Soebeti.
Sekarang menurut Kombes Pol Manang Soebeti kawasan Dolly menjadi pusat ekonomi UMKM dan Kuliner masyarakat yang maju. Tiga "Kampung Narkoba" Pekanbaru itupun bakal bisa maju ekonomi masyarakatnya tergantung pemimpin masa depan Pekanbaru dan Riau memolesnya. Bangun Pos Polisi di lokasi kampung UMKM dan Kuliner tersebut untuk pengawasan dan keamanan.(azf)