Pekanbaru, Detak Indonesia--Massa demonstran berbendera KNPI mendatangani Mapolda Riau di Jalan Pattimura Pekanbaru, Senin petang tadi (5/8/2024) sekira pukul 15.15 WIB.
Massa demonstran mendesak Polda Riau agar menyelidiki kematian satu pengunjung tempat hiburan malam (THM) Boys Bistro Jalan Kuantanraya, Pekanbaru Ridwan Hutasoit (42) yang dikeroyok orang tak dikenal (OTK) Jumat lalu 26 Juli 2024.
Massa demonstran yang menggunakan atribut KNPI itu tersekat di simpang Jalan Pattimura dengan Jalan WR Soepratman di samping Mapolda Riau, karena aparat Polda Riau mencegat mereka agar tidak sampai bergerombol di depan gerbang Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Dari corong pengeras suara yang terdengar lantang disampaikan demonstran, demonstran menuntut agar Polda Riau mengusut tuntas siapa dalang di belakang pengeroyokan di Boys Bistro tersebut. Dan juga meminta Polda Riau agar Pemko Pekanbaru mengevaluasi operasional tempat hiburan malam tersebut. Jika tidak direspon, maka massa demonstran akan datang lagi pekan depan.
Petugas Kepolisian dari Polda Riau Sianipar menerima dan berdialog dengan massa demonstran. Menyampaikan bahwa kasus ini sedang ditangani Polresta Pekanbaru. Setelah merasa puas, massa demonstran membubarkan diri dengan tertib.
Seperti diberitakan sebelumnya, soal pengunjung THM Boys Bistro tewas, polisi telah amankan satu tersangka dan buru pelaku lainnya. Paska meninggalnya Ridwan Hutasoit (42) salah satu pengunjung yang tewas akibat dikeroyok orang tak dikenal pada Jumat, 26 Juli 2024 dini hari di tempat hiburan malam (THM) PUB Boys Bistro Jalan Kuantan Kelurahan Sekip Lima Puluh Kota Pekanbaru, hingga kini pihak Kepolisian, mengamankan satu orang tersangka dan melakukan pengembangan penyidikan.
Polresta Pekanbaru masih melakukan pengembangan penyelidikan, setelah mengamankan salah satu tersangka dan saat ini masih dilakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut, guna mengunkap pelaku lainnya.
"Terkait tersangka, sudah diamankan satu orang dan sedang dikembangkan," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karbianto kepada wartawan baru-baru ini dikutip dari oketimes.com.
Mengapa masih satu orang tersangka yang diamankan, Kombes Anom menyebutkan bahwa saat ini pihak Polresta Pekanbaru masih melakukan pengembangan selanjutnya. Dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya.
"Lidiknya ada Polresta Pekanbaru, silahkan saja tanya ke Kapolresta atau Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, karena lidik dan sidiknya di Polresta Pekanbaru," ujar Kombes Pol Anom.
Sementara informasi yang dihimpun dalam peristiwa tersebut, diduga dalam pada malam kejadian itu, korban Ridwan Hutasoit tewas meregang nyawa, karena dikeroyok sejumlah orang tak kenal (OTK) di lokasi THM Boys Bistro Jalan Kuantanraya Kelurahan Sekip Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru.
Pelaku pengeroyokan itu, diduga dipicu suruhan dari salah satu karyawati atau Public Relations (PR) di PUB Boys Bistro Jalan Kuantan, yang sempat cekcok dengan salah satu tamu pengunjung lain pada malam Ladies Party Jumat, 26 Juli 2024 dini hari.
Kemudian karyawati tersebut, melemparkan sebuah botol yang diduga minuman keras ke lantai hingga pecah berderai dan mengenai salah satu pengunjung lainnya, termasuk teman korban RH.
Akibat peristiwa pemecahan botol yang diduga botol miras tersebut, korban menghardik sang PR, guna mempertanyakan mengapa PR, melakukan pemecahan botol di lokasi PUB, sehingga pecahan botol tersebut, mengenai rekannya hingga melukai kaki temannya.
Lantaran adanya hardikan korban ke PR, sang PR malah ngeyel dan berupaya adu mulut kepada korban, sehingga terjadi cekcok yang cukup menyulut emosi rekan teman-teman korban.
Saat cekcok tersebut, pihak Securiti PUB Bosy Bistro sempat melerai dan mengeluarkan kedua pihak yang bertikai di halaman luar PUB. Namun kedua pihak yang bertikai, masih belum merasa puas dan membuat keributan di lokasi depan halaman parkir THM, hingga memancing pihak-pihak orang lain menjadi emosi dan terjadi baku hantam yang cukup serius antara dua pihak tersebut, dan menyebabkan korban RH, meregang nyawa akibat dikeroyok OTK.
Peristiwa itu, dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra. Menurutnya, korban sempat menjalani perawatan sebelum meregang nyawa.
"Peristiwa itu benar, korban sempat dirawat selama 5 jam dan dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan,'' ucap Kompol Berry pada Jumat, 26 Juli 2024.
Kompol Berry menambahkan, usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dilakukan visum dan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Pihaknya juga sudah menerima laporan dari pihak keluarga.
''Untuk saat ini terduga pelaku masih dalam lidik,'' demikian informasi terakhir yang disampaikan Kompol Bery.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban merupakan seorang pria berinisial RH, seorang pemuda warga Jalan Sentosa. Lokasi cekcok terjadi di dalam THM kemudian berlanjut hingga area parkir.
Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto membantah ada polisi yang terlibat.
''Sampai saat ini dipastikan tidak ada keterlibatan anggota Polri dalam hal melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap korban,'' kata Wakapolresta.
AKBP Henky memastikan, peristiwa ini sedang ditangani Polresta Pekanbaru. Dirinya meminta masyarakat menyerahkan permasalahan ini kepada kepolisian. (*/tim)