Energi Terbarukan dari Limbah Sapi, Pemberdayaan Peternak melalui Biogas

Kepulauan Meranti, Detak Indonesia – Pada Agustus 2024, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul "Pendampingan Pembangunan Biogas Limbah Kotoran Sapi pada Masyarakat Peternak Kepulauan di Provinsi Riau."

Program ini merupakan bagian dari Hibah DRTPM Kemendikbudristek T.A 2024 yang bertujuan untuk mendukung energi terbarukan dan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr Yusni Maulida MSi menjelaskan bahwa pembangunan biogas ini merupakan solusi ramah lingkungan yang dapat mengatasi masalah limbah ternak sekaligus menyediakan sumber energi bersih bagi masyarakat.

"Melalui teknologi biogas ini, peternak dapat mengolah kotoran ternak menjadi energi yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak dan penerangan, sehingga turut mendukung kemandirian energi di wilayah kepulauan," kata Dr Yusni.

Ketua kelompok ternak Desa Mantiasa, Zul Qodri, menyampaikan antusiasmenya atas pendampingan ini.

 

"Kami sangat bersyukur mendapatkan bimbingan dalam membangun instalasi biogas. Dengan adanya teknologi ini, kami dapat memanfaatkan limbah ternak secara optimal dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Drs H Masrul Kasmi MSi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan di daerah-daerah terpencil.

"Inisiatif ini menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan energi bersih sekaligus memberdayakan masyarakat peternak," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, H Ifwandi SP, turut mendukung program ini dan berharap agar teknologi biogas dapat diterapkan secara berkelanjutan.

"Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat peternak di Kepulauan Meranti," tutur Ifwandi.

 

Prof Edi Erwan PhD, Ahli Nutrisi dan Teknologi Produksi Ternak sekaligus Ketua Umum ISPI Riau, menambahkan bahwa pembangunan biogas ini tidak hanya berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

"Dengan teknologi biogas, peternak dapat mengubah limbah menjadi energi yang bernilai tinggi, sehingga tercipta ekosistem yang lebih berkelanjutan," jelas Prof Edi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi energi terbarukan berbasis limbah ternak di wilayah kepulauan, serta memperkuat upaya pengembangan energi hijau di Provinsi Riau. (*/di)


Baca Juga