Polda Riau Launching Lomba Jurnalistik Wujudkan Pilkada Riau 2024 Damai

Pekanbaru, Detak Indonesia--Polda Riau memulai launching Lomba Jurnalistik Wujudkan Pilkada Riau 2024 Damai Senin (9/9/2024) di 91 Media Center Polda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru.

Hadir Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal SIK MH, Waka Polda Riau Brigjen Pol K Rahmadi, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Ketua IJTI Riau Ahmadison, Ketua KPU Riau Rusidi Rusdan, Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal, sejumlah wartawan dan undangan lainnya.

Di awal sambutannya Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan  DNA nya dari letnan agak dekat dengan teman-teman media. Kelau dikupas Kapolda senang dengan bahasa-bahasa, tayangan-tayangan media.

"Tahun 1991 letnan dua dekat dengan teman-teman Banjarmasin Post, Kalimantan dan sebagainya. Sampai ke TKP pun headline, hubungan emosional terbangun. Tetapi sekaligus jadi tim, kalau misalnya kita terpeleset juga dibantu, wah ini kesempatan ini, tidak  dihajar ramai-ramai. Jadi hubungan emosional itu penting, bukan hubungan transaksional, tapi hubungan emosional, Alhamdulillah," kata Kapolda Riau Mohammad Iqbal.

Menurut Kapolda Riau Irjen M Iqbal dalam sambutannya, era saat ini berubah, gelombang ketiga, Alvin Toffler dia menulis buku The Third Wave, seorang keturunan Yunani Polandia. Futurolog Amerika ini, pernah menjadi koresponden di Majalah Fortune bahkan naik menjadi Editor ternama di situ. Buku itu mengupas bahwa hari ini sedang dalam gelombang perubahan, gelombang ketiga, informasi teknologi.

 

Itu akan merevolusi semua urusan manusia. Bayangkan. Mal-mal sepi sekarang coba lihat. Yang ada Bukalapak, Tokopedia, shopee, merevolusi semua, banyak sekali revolusi itu. Ada gofood, ada gojek, dan lain sebagainya.

"Dengan melihat paradigma perubahan tersebut kita juga harus melakukan langkah-langkah atau strategi-strategi yang berubah juga. Gagasan ini bukan hanya maunya Kapolda, tapi juga Waka Polda, Irwasda, semua sepakat bahwa kita harus melakukan strategi cooling system di bidang media yaitu Lomba Jurnalis," tegas Irjen M Iqbal.

Singkatnya sebenarnya sederhana saja mampu mengimplementasikan gelombang ketiga ini yang kalau ini tidak dikelola ini bisa menjadi ancaman karena luar biasa postrude, hoax, tidak diklarifikasi akan menjadi suatu kebenaran kalau disemburkan. Tapi kalau diklarifikasi apalagi kita balik kita semburkan kesejukan, kedamaian di Bumi Lancang Kuning Riau terus menerus, semua nanti akan damai. Pesta demokrasi, Pilkada serentak berjalan dengan damai.

Tiga bulan ke depan ini pemain utama teman-teman media, jurnalis. Pilkada damai ini bukan hanya teman-teman polisi dan TNI saja, tapi juga Kapolda salah satu kontributornya, mengamplifikasi, membombardir berita-berita yang sejuk, damai, menjadikan persatuan dan kesatuan menjadi variabel utama di tengah-tengah perbedaan tetapi tidak membelah.

Mengamplifikasi perjuangan Polri, TNI, Pemerintah provinsi, KPU, Bawaslu, mengawal logistik pemilu sampai ke sungai-sungai, ke ujung-ujung pelosok yang banyak buayanya. Di era teknologi informasi harus membuka persepsi menjadi persepsi positif.

 

Apa yang disampaikan Alvin Toffler pada gelombang ketiga ini harus dilakukan manajemen. Kalau tidak dihadapi tak bisa, oleh karena itu ada e-commerce, ada grab, ada gojek hari ini itu adalah bagaimana persaingan bisnis memanfaatkan gelombang ketiga ini.

"Saya salah satu polisi yang ada di kancah itu. Dulu Saya Kapolres Jakarta Utara, waduuuh...setiap hari ada korban antara ojek konvensional dengan ojek online. Tapi akhirnya tenggelam, ojek konvensional tak ada lagi. Apakah kita mau tenggelam? Oleh sebab itu saya menetapkan kerja-kerja jurnalis dalam mewujudkan Pilkada Damai Provinsi Riau 2024 ini harus kita lakukan lagi dengan maksimal. Pertanyaannya butuh perjuangan? Yes. Butuh pengorbanan? Yes," kata Irjen M Iqbal.

Kapolda Riau meminta kepada Kapolres/Kapolresta yang terdepan dengan masyarakat, rangkul teman-teman media. Ajak teman-teman media satu tim tiga bulan ini, mulai 9 September sampai 4 Desember 2024 ini.

"Bisa jadi Kapoldanya tetap Pak Iqbal, bisa jadi tidak Pak Iqbal lagi. Tapi setidaknya kita punya warna. Tolong dalam perjalanan proses lomba ini kalau ada penyempurnaan, ada penguatan silakan, Saya kira Kabid Humas pasti akan akomodatif untuk memperkuat ini semua," jelas Kapolda Riau.

Sementara sebelumnya Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar memberikan kata sambutan. Salah satu yang disorot Ketua PWI Riau itu adalah banyaknya wartawan yang bermitra dengan Polda Riau. Namun Ketua PWI Riau itu mengharapkan kepada Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal agar kompetensi wartawan tersebut juga agar hendaknya mendapat perhatian Polda Riau.

Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar.

Dari pengumpulan informasi dari sejumlah wartawan yang ikut lomba karya jurnalistik ini, lomba kali ini panitia sudah memilih juri yang kompetensinya diterima karena ada peraih Adinegoro Nasional dua kali Muhammad Amin dari Harian Riau Pos Pekanbaru. Kemudian ada wartawan senior Syahnan Rangkuty dari Kompas, dan lain-lain. (azf)


Baca Juga