Berastagi, Detak Indonesia--Kondisi jalan menuju sejumlah lokasi objek wisata di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) rusak parah misalnya jalan menuju objek wisata Bukit Gundaling, kurang lebih 1.000 meter rusak parah.
Kendati sejumlah objek wisata menjadi tujuan wisata bagi warga lokal dan luar daerah untuk berekreasi menikmati hari-hari libur, kerusakan jalan ke lokasi di beberapa objek wisata sudah berlangsung lama dan masih terlihat sangat buruk hingga terkesan dibiarkan dalam kondisi rusak begitu saja oleh dinas terkait, Senin (14/10/2024).
Meski, saat ini diketahui Dinas Pariwisata Kabupaten Karo tengah melakukan sejumlah pembangunan objek wisata di antaranya objek wisata Puncak Gundaling seharusnya perbaikan akses jalan menuju objek wisata itu menjadi prioritas utama sebagai sarana pendongkrak minat serta memudahkan pengunjung untuk mengakses lokasi wisata tersebut.
Mutiara Sri Ulina Nainggolan (24) salah seorang warga Deliserdang, mengaku prihatin melihat rendahnya respon pihak Pemkab Karo dan pihak terkait lainnya terkait rehab dan perbaikan akses jalan ke lokasi wisata tersebut.
"Seingat saya, hampir lima tahun lebih jalan ke objek wisata Bukit Gundaling ini rusak dan berlubang tanpa perhatian pihak terkait, padahal jika dikerjakan pun hanya satu kilometer saja yang di aspal, itu pun tak dikerjakan," katanya Senin (14/10/2024).

Dikatakannya, kondisi tersebut diperparah lagi dengan rusaknya akses jalan keluar dan masuk menuju objek wisata Puncak Gundaling hampir tujuh tahun tak terawat. Selain badan jalan yang semakin mengecil di sepanjang satu kilometer mulai dari menuju jalan lingkar masuk dan keluar objek wisata Gundaling.
Padahal objek wisata Pancuk Gundaling termasuk lokasi tujuan wisata primadona bagi warga lokal maupun warga dari luar yang hendak berlibur dan menikmati akhir pekan.
Hal tersebut juga terjadi di objek wisata lainnya di Bumi Turang saat ini, termasuk juga ke objek wisata menuju Lau Sedebuk-debuk dan ke Gunung Sibayak, kebijakan pihak dinas terkait juga, terkesan membingungkan padahal kalau akses jalan menuju objek wisata itu diperbaiki dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun di sisi lain, dinas terkait di kabupaten setempat seolah mengabaikan akses jalan yang merupakan salah satu prasarana pendongkrak objek wisata yang menjadi primadona bagi warga Kabupaten Karo itu, meski bila ditata dengan rapi dan baik akan menjadi suatu penghasilan bagi daerah tersebut.

Macet di jalan lintas Berastagi-Medan karena ada pekerjaan proyek konstruksi beton/rigid jalan di Desa Bintang Meriah Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang, Sumut, Minggu malam (6/10/2024).
Selain di Kabupaten Karo, kerusakan jalan menuju objek wisata Kota Berastagi, juga terjadi di Desa Bintang Meriah Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Di Desa Bintang Meriah ini dari tahun 1990-an dulu jalan ini sempit, ada rusak berlubang-lubang di sana sini sampai 2024 ini. Pada Minggu lalu 6 Oktober 2024 malam terjadi macet panjang di kawasan jalan lintas Bintang Meriah ini karena ada pekerjaan proyek konstruksi jalan rigid di kawasan tersebut.(stm/azf)