Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNRI, KKN MBKM di Desa Logas

Logas, Detak Indonesia--Sebanyak 10 orang mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Jurusan Ilmu Ekonomi FEB Universitas Riau (UNRI) telah menyelesaikan KKN MBKM hibah PKKM di Desa Logas, Kabupaten Kuantansingingi, Riau.

Kegiatan ini dilakukan selama 50 hari.
Penjemputan mahasiswa dilakukan oleh Dosen Pendamping Lapangan  (DPL) Rahmita Budiartiningsih di Desa Logas Kamis (7/11/2024). Pada kesempatan tersebut, hadir juga Pj Kades Logas, Jondriandi SP dan staf desa lainnya. Pada kesempatan tersebut, Rahmita menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kades dan jajaran, karena telah menjadi mentor bagi mahasiswa selama kegiatan KKN tersebut. KKN MBKM berbeda dengan KKN reguler yang diikuti oleh mahasiswa pada umumnya.

KKN MBKM diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Lebih lanjut disampaikan oleh DPL bahwa tujuan KUKERTA MBKM 20-24 SKS ini adalah 1. Pemenuhan hak belajar di luar program studi untuk meningkatkan kemampuan soft skills kemitraan, kerjasama tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa. 2. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa. 3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimilikinya bekerjasama dengan banyak pemangku kepentingan di lapangan. 4. Membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Kegiatan mahasiswa selama KKN MBKM ini akan disetarakan dengan 20 SKS yang diambil oleh mahasiswa pada semester tersebut. KKN MBKM di Desa Logas ini, merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Prodi Ekonomi Pembangunan. Desa Logas dipilih sebagai tempat KKN karena Prodi Ekonomi Pembangunan telah menjadikan Desa Logas sebagai Desa Binaan sejak 2019 lalu.

Sementara itu, Kades Logas menyampaikan bahwa beberapa kegiatan telah dilakukan oleh mahasiswa selama ber KKN MBKM. Seperti melihat kerusakan lingkungan, edukasi literasi, sosialisasi stunting dan membuat profil desa. Desa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa terhadap masyarakat setempat.

Kelompok mahasiswa yang diketuai oleh Yusuf, menyatakan juga, sangat merasakan manfaat turun langsung ke desa, ke tengah masyarakat karena antara teori dengan kenyataan di lapangan, terkadang tidak sama.

Sepuluh mahasiswa yaitu, Chairil Randy Nurrahman, Hanifah Nabillah, Vivi Anjeli, Venny Oktavya, Muhammad Arpan, Chindy Amelia Putri, Yohannes Aleksander Simarmata, Ulan Permata Sari, Ruri Zabrina Maisan dan ketua Yusuf Najmi Sabela, juga merasakan manfaat dari keikutsertaan KKN MBKM 20 SKS ini. (*/di)


Baca Juga