Rambahhilir, Detak Indonesia-- Kejaksaan Negeri Rokan Hulu dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini daerah Rokan Hulu Riau membagikan 150 paket makanan siang bergizi gratis 4 sehat 5 sempurna secara gratis kepada pelajar tingkat SD Kamis 14 November 2024.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung program makan bergizi yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia yakni Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Rokan hulu, Riau, Fajar Haryowimbuko SH MH saat memberikan paket makan siang gratis kepada murid-murid SD 028 Rambah hilir Kecamatan Rambah hilir Kabupaten Rokan hulu sebanyak 150 paket makan siang.

Kepala Kejaksaan Negeri Rokan hulu Fajar Haryowimbuko mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan pertama kali sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, terutama di 100 hari kerja pertama Presiden Republik Indonesia yakni Pak Prabowo.
"Kami berharap pelaksanaan pemberian makan siang sehat gratis ini dapat berkesinambungan dan dalam skala yang lebih besar untuk mendukung Asta Cita dari Presiden Prabowo dalam mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak khususnya di Kabupaten Rokan hulu," ungkap Fajar.
Fajar Haryowimbuko juga berharap pemberian makan siang 4 sehat 5 sempurna gratis ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan perkembangan anak serta membantu mengurangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan pemerintah khususnya di Kabupaten Rokan hulu.

Selain memberikan 150 paket makan siang gratis untuk anak Sekolah Dasar Kejaksaan Negeri Rokan hulu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan hulu juga memberikan tablet vitamin C dan B komplek dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak anak menjelang musim hujan tiba.
Di tempat yang sama Kepala Sekolah SD 028 Rambah Hilir, Rokiah SPd menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya kepada Kejaksaan Negeri Rokan hulu yang telah mengadakan pemberian makan gratis bagi 150 anak murid SD 028 Rambah hilir dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
"Semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan karena sangat membantu orang tua murid kami yang sebagian besar hanya petani sawit," tutup Rokiah. (ary)