OTT Pj Wali Kota, Pagi Ini Tim KPK Masih di Kota Pekanbaru

Pekanbaru, Detak Indonesia--Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi Tangkap Tangan (OTT) Penjabat Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa (RM) Senin malam tadi (2/12/2024) Selasa pagi ini (3/12/2024) pukul 08.15 WIB diperkirakan masih berada di Mapolresta Pekanbaru.

Sebab dari investigasi tim gabungan wartawan di Pekanbaru Selasa subuh tadi (3/12/2024) sekira pukul 05.00 hingga pukul 08.15 WIB tadi, tidak tercium keberadaan Tim KPK di VIP Room Lancang Kuning dan bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK) Pekanbaru.

Informen di bandara SSK II Pekanbaru memberi tahu diperkirakan Tim KPK masih merada di Mapolresta Pekanbaru Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Kendati dari depan Polresta Pekanbaru terlihat sepi wartawan.

Suasana di bandara SSK II Pekanbaru Selasa pagi ini (3/12/2024) pukul 08.15 berjalan normal. Sejumlah calon penumpang sipil nampak sibuk turun dari kendaraan roda empat menuju naik tangga berjalan ke lantai II Ruang Keberangkatan dan Ruang Tunggu SSK II Pekanbaru. Tim penyidik KPK belum terlihat baik di VIP Room Lancang Kuning dan Ruang Kedatangan Bandara SSK II Pekanbaru.

Seperti diberitakan media ini Senin malam tadi (2/12/2024), Penjabat Wali Kota Pekanbaru inisial RM dan tiga orang lainnya dikabarkan ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin malam (2/12/2024) di Pekanbaru.

 

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto yang dihubungi wartawan malam tadi belum menjawab namun kepada awak media di Pekanbaru dia menjelaskan hal tersebut bukan agenda aparat kepolisian.

Pejabat yang diamankan KPK diboyong ke Mapolresta Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Pintu gerbang Polresta Pekanbaru nampak ditutup dan wartawan dilarang masuk. Puluhan wartawan hanya bisa berkumpul di pintu gerbang masuk.

Informasi yang berhasil dikumpulkan di Mapolresta Pekanbaru malam tadi, selain Pj Wali Kota Pekanbaru RM yang di OTT KPK, juga diamankan Sekdako Indra Pomi Nst, serta pejabat lainnya. Dana yang diduga ditelap sekitar Rp1 miliar. Tim KPK ini informasinya sudah berada di Kota Pekanbaru sejak berlangsungnya Pilkada serentak 27 November 2024 lalu. Mereka melakukan pemetaan dan strategi penangkapan sampai ke Kantor Wali Kota di Komplek Tenayanraya Pekanbaru.

Disebutkan juga oleh informen, oknum pejabat di Kota Pekanbaru ini norak. Terlalu berani kirim paket ke Jakarta dari Pekanbaru untuk oknum tertentu ditulis pakai spidol di kardus dan besar-besar pula tulisannya. Ini tentu saja mengundang agen mata-mata yang berseliweran membocorkan informasi ini adanya paket tersebut untuk pejabat tertentu di Jakarta.(azf)


Baca Juga