Anda Wisatawan Cari Kuliner di Destinasi Pekanbaru, Cobalah Teh Goyang Dingin atau Hangat

Pekanbaru, Detak Indonesia--Banyak wisatawan lokal, wisatawan Nusantara, ataupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata Kota Pekanbaru, tidak tahu dan sulit mencari outlet-outlet ataupun semacam tenda-tenda kuliner wisata yang murah meriah, nikmat, dan higienis untuk dikunjungi.

Tapi tunggu dulu. Jangan jauh-jauh dulu kita membahas aneka ragam makanan-minuman khas Kota Pekanbaru pelengkap makan nasi dengan lauk pauk yang lengkap mengenyangkan.

Begini maksudnya. Ada wisatawan yang kepingin kali makan-minum enak dan sengaja melaparkan perutnya dari pagi menjelang siang. Dia tidak sarapan pagi, bertahan lapar menjelang siang sekira pukul 11.00 WIB. Tapi mengincar makanan-minuman enak, murah meriah, higienis. Sekali coba santap, baru satu dua suap, nahh...mata belalak keenakan.

Rendang sapi kerupuk jangek Restoran Kota Buana Jalan Cokroaminoto Pekanbaru.

Nah, di Kota Pekanbaru sangat populer minuman yang disebut 'Teh Goyang Dingin' dan Teh Goyang Hangat'. Atau kalau orang Minang menyebutnya 'Teh Goyang Dingin' dan 'Teh Goyang Angek'. Kedengarannya sepele sekali. Tapi kalau orang Minang yang sudah biasa makan enak tadi dia akan melengkapi minumnya dengan teh goyang dingin atau teh goyang hangat tadi.

Tergantung iklimnya. Kalau saat musim hujan dipesan teh goyang hangat. Tapi kalau musim dingin maka dipesan teh goyang hangat.

 

Ketahuilah minuman yang disebutkan tadi sangat populer di beberapa destinasi wisata Kota Pekanbaru, maupun di kedai Nasi Ampera Kota Pekanbaru. Kalau di Jawa itu seperti Warung Tegal. Minuman ini terkadang di beberapa restoran kelas atas berbayar terkadang tidak. Di kedai Nasi Ampera juga demikian terkadang berbayar juga terkadang tidak berbayar.

Minuman ini dari teh biasa tapi dikasih gula pasir sedikit saja, makanya istilahnya disebut Teh Goyang. Mirip kayak goyang-goyang pinggul gadis-gadis membawa 'katidiang' melenggang di pematang sawah. 'Katidiang' di komunitas Minang di Kota Pekanbaru adalah diketahui semacam tas panggul di bahu terbuat dari anyaman daun pandan raksasa.

Tersebutlah Restoran Taragung di Jalan Hang Tuah Pekanbaru yang memiliki kaliber cita rasa daging cincang sapi, rendang sapi, gulai kikil yang nikmat sekali. Awas, anda jangan itu saja yang dicicipi. Karena baru satu, dua, tiga suap karena saking laparnya tadi, anda bakalan pesan kerupuk jangek siram kuah gulai. Kerupuk jangek kalau di Jawa disebut kerupuk kulit.

Nah itu dia. Begitu lidah bergoyang-goyang dengan suap yang mantap kelaparan tadi, ternyata di hidangan meja terasa ada yang masih kurang tersedia. Itulah dia teh goyang dingin atau teh goyang hangat. Kalau minuman ini dipesan salah satunya tergantung kondisi cuaca tadi, lengkaplah rasanya makan-minum di destinasi wisata Kota Pekanbaru bagi mereka yang tak berpantangan makan menu tersebut.

Masih banyak deretan restoran serupa di kota transit ini. Ada juga Restoran Beringin Edi di Jalan Beringin Gobah dan Jalan HR Soebrantas Panam depan RSJ Pekanbaru. Hampir sama menunya. Juga Restoran Sederhana, Restoran Baresolok, Kota Buana yang bertaburan di kota minyak tersebut.

 

Biasanya yang memenuhi makan-minum di restoran ini didominasi wisatawan dewasa Gen X baik laki-laki maupun perempuan, pekerja kantoran, ada juga kaum muda, milenial, gen Z, ada pesanan ratusan bungkus, dan lain sebagainya, untuk acara rapat, pertemuan.

Adapun Gen Z, merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Mereka berusia 8-23 tahun. Sedangkan Milenial yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996 (berusia 24-39 tahun). Selanjutnya Gen X adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (berusia 40-55 tahun).

Sekarang kaum Gen Z dan Milenial di Kota Pekanbaru, coba beralih mencicipi makanan baru yang unik terhidang di atas meja dengan kompor menyala. Di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, Bali, hal ini sudah biasa. Di Pekanbaru kini digandrungi kaum muda itu. Tenda kulinernya selalu ramai di Jalan Cut Nyak Din di kawasan belakang Kantor Wali Kota Pekanbaru yang lama. Jenis masakannya daging ayam dan daging sapi mirip semacam barbekyu, tapi gadis-gadis menyebutnya masakan ala Korea.

"Satu porsi untuk berdua dibandrol sekitar Rp25.000. Saat kompor menyala di atas meja, hidangan dagingnya dibalik-balikkan agar matang sempurna dan baru didorong ke dalam mulut," kata Dina penikmat masakan ala Korea itu.

Tapi yang lain murah meriah juga ada seperti mie ayam, bakso, siomay Sahabat Mas Bagong Wonogiri di Jalan Bangau Sukajadi Pekanbaru. Harga sekitar Rp15.000 semangkok ditambah keripik cabai jadi Rp17.000. Atau mau juice buah yang enak murah meriah seharga Rp6.000 kejarlah di simpang Jalan Soekarno Hatta-Jalan Pala dekat Perumnas Beringin Indah Pekanbaru. Luar biasa kalau sudah merasakannya. (azf)


Baca Juga