Rantau Berangin, Detak Indonesia--Liburan akhir tahun 2024 sudah tiba. Dan denyutnya mulai dirasakan Minggu pagi hari tadi (15/12/2024) hingga petang harinya.

Dari pantauan wartawan Detak Indonesia.co.id Aznil Fajri Minggu pagi hingga petang hari tadi (15/12/2024) di kawasan lintas barat Pekanbaru-Bangkinang-PLTA Koto Panjang terutama di kawasan objek wisata Kabupaten Kampar Riau sejumlah objek wisata mulai dijejali diramaikan sejumlah wisatawan dari Kota Pekanbaru, Riau. Walaupun masih low season, penyedia layanan pariwisata di Kampar sudah mulai all-out melayani wisatawan.
Ini antara lain terpantau rombongan ibu-ibu dari Simpang tiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru rombongan naik bus ke objek wisata Tepian Mahligai Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau.
Tempat wisata Dermaga Tepian Mahligai ini dulunya merupakan perkebunan karet dan tempat bongkar muat hasil panen perkebunan karet maupun hasil tangkapan ikan. Kini, kawasan tersebut disulap menjadi tempat wisata yang cukup menarik banyak perhatian orang sehingga sempat viral di media sosial. Wisatawan dapat menikmati pemandangan dan bersantai di gazebo-gazebo atau kursi-kursi panjang yang telah tersedia.
Hal yang menarik dari tempat wisata ini adalah jembatan terapung sepanjang 100 meter yang menghubungkan ke pulau seberang. Selain itu, wisatawan juga dapat berfoto di beberapa spot atau menaiki wahana permainan. Untuk pecinta camping, di tempat wisata ini juga disediakan tenda-tenda untuk pengunjung yang ingin bermalam. Demikian juga rombongan Pramuka cocok sekali camping di sini dengan hamparan genangan air PLTA Koto Panjang.


Wisatawan berburu oleh-oleh di Kuok, Kampar, Riau Minggu (15/12/2024).
Di objek wisata ini, Sapta pesona sangat diterapkan sekali. Apalagi dukungan poin-poin Sapta Pesona seperti kenangan-kenangan atau buah tangan sangat banyak di Kampar baik kerajinan tangan, kue bolu ikan khas Mak Itam di Kuok, durian, jambu, rambutan, dan lain-lain.
Sapta Pesona adalah konsep sadar wisata dengan dukungan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah destinasi dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif. Sapta Pesona terdiri dari Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan adalah, tujuh (7) unsur yang terdapat di dalam Sapta Pesona.
Kemudian pengelola objek wisata juga benar-benar paham dan menjaga betul Sadar Wisata agar pengunjung atau wisatawan dilayani dengan baik, betah berlama-lama di objek wisata. Sadar Wisata untuk diketahui bagi pengelola objek wisata di Indonesia dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah.
Kembali ke ibu-ibu rombongan wisata dari Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru tadi, salah seorang ibu di antaranya Ny Siti Khodijah yang ditanya wartawan mengatakan setelah pagi ke objek wisata Tepian Mahligai, rombongannya meluncur ke objek wisata Sungai Hijau di Bangkinang. Sungai Hijau kian populer akhir-akhir ini. Sebelumnya Sungai Hijau hanyalah kawasan aliran sungai jernih memiliki DAS yang tidak terlalu lebar hanya sekitar 3 meter lebarnya. Namun kini investor-investor wisata kian sadar dan mengembangkannya membuat kolam besar yang bisa menampung air sehingga wisatawan bisa mandi berendam di air jernih Sungai Hijau ini.
Satu lagi yang objek wisata yang belum dikenal luas oleh wisatawan dari Pekanbaru Riau dan wisatawan Nusantara lainnya di Kampar ini. Objek wisata yang satu ini banyak digandrungi kaum milenial dan gen Z karena bisa mandi-mandi dari mata Air Terjun Nginio dekat Rantau Berangin.


Siti Khodijah dan rombongan wisatawan lokal dari Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru, Riau berburu oleh-oleh.
Lokasi Air Terjun Nginio ini tidak jauh dari Kota Pekanbaru. Hanya sekitar 75 Km dari Pekanbaru sebelum naik ke Jembatan Rantau Berangin, wisatawan belok kiri menjajal jalan aspal yang tidak terlalu lebar. Memang naik mobil belum bisa sampai ke lokasi air terjunnya karena terputus sekitar 1 km. Lebih afdal naik sepeda motor bisa sampai ke lokasi Air Terjun Nginio yang sumber mata air jernihnya keluar dari bebukitan hutan Cagar Alam Bukit Bungkuk di Sekitar Rantau Berangin Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau.
Ketersediaan aneka ragam makanan-minuman khas Kampar di lintas barat Pekanbaru-Kampar ini tak usah dirisaukan. Yang penting dompet anda harus berisi. Anda Wisatawan kepingin makan ikan khas Sungai Kampar seperti ikan baung, atau ikan lomak bisa singgah di Pasar Kampar ada kedai nasi Ampera Anas. Tapi harus agak cepat sampai di kedai Ampera ini karena siang hari ikan baung atau ikan lomak sudah habis.
Okelah tak ingin ikan baung atau ikan lomak. Ikan lainnya juga banyak tersedia. Meluncur ke arah Kota Bangkinang sebelum masuk Kota Bangkinang di Desa Batu Belah ada kedai nasi Ikan Sampodeh Tapa, atau ikan tapah yang enak dan nikmat sekali. Rata-rata satu porsi dengan nasinya dibandrol sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000,-
Meluncur lagi lewat Pasar Kuok ada Rumah Makan Famili Saiyo khas Nasi Buluoh. Nasi ditaruh di dalam.bambu dibalut daun pisang, enak sekali ada lalap petai, sambal lado, ikan patin, baung, ikan lomak, dan lain-lain.

Ada gulai ikan baung, ikan lomak, ikan tapah, silakan wisatawan pilih makanan khas Kampar ini.
Sebelum pulang ke Pekanbaru ada oleh-oleh khas kue bolu ikan, bolu kemojo dan lain sebagainya di kedai Mak Itam dekat Kuok. Umumnya wisatawan sudah kenal sekali kedai Mak Itam ini sering bus pariwisata berhenti di sini menurunkan sekejab wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh yang akan dibawa pulang.
Dengan menyisihkan waktu sehari atau dua hari untuk wisata, hilanglah stres dan kembali dengan penuh semangat untuk kerja hari selanjutnya. (azf)