Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNRI Gelar Internasional Visiting Lecturer Topik Global Dynamics dan Tren Ekonomi Syariah

Pekanbaru, Detak Indonesia -- Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas wawasan mahasiswa, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) menggelar acara Internasional Visiting Lecturer in Sustainable Economics pada Selasa, 10 Desember 2024.

Acara ini mengangkat topik “Global Dynamics dan Tren Ekonomi Syariah” dan menghadirkan Prof Dr Abdul Ghafar Ismail, seorang pakar ekonomi syariah dari Malaysia, yang telah diakui secara internasional atas kontribusinya dalam pengembangan ekonomi syariah dan studi pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Acara yang digelar di ruang Gedung FEB UNRI ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNRI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam kepada peserta mengenai dinamika ekonomi global dan bagaimana tren ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta menjawab tantangan ekonomi yang dihadapi oleh dunia saat ini.

Dalam kuliah umum yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, Prof Dr Abdul Ghafar Ismail menyampaikan materi yang membahas dua hal utama: pertama, bagaimana dinamika global yang meliputi perubahan ekonomi, politik, dan sosial memengaruhi arah pembangunan ekonomi dunia, dan kedua, bagaimana ekonomi syariah berperan dalam menghadapi tantangan global tersebut.

Prof Ghafar memaparkan bahwa perkembangan ekonomi global saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, seperti krisis keuangan, ketidaksetaraan ekonomi, perubahan iklim, serta teknologi disruptif yang mengubah cara bisnis dan perdagangan dilakukan.

Namun, Prof Ghafar juga menekankan bahwa ekonomi syariah, dengan prinsip-prinsip dasar yang berlandaskan pada keadilan sosial, kesejahteraan umat, dan keberlanjutan, memiliki potensi untuk menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.

 

“Ekonomi syariah bukan hanya soal produk-produk keuangan yang sesuai dengan hukum Islam, tetapi lebih jauh lagi adalah tentang menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, lebih inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Prof Ghafar dengan penuh semangat.

Dalam sesi kuliah tersebut, beliau juga menjelaskan bagaimana ekonomi syariah dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Salah satu contoh yang diberikan adalah bagaimana sistem keuangan syariah dapat mendukung pembiayaan untuk proyek-proyek yang berkelanjutan, seperti pembangunan infrastruktur hijau, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta usaha-usaha yang mendukung kesejahteraan sosial masyarakat.

“Prinsip ekonomi syariah yang tidak memisahkan antara keuntungan dan dampak sosial serta lingkungan memungkinkan terciptanya model pembangunan yang lebih holistik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa tren ekonomi syariah global semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tidak hanya di negara-negara dengan mayoritas muslim, tetapi juga di negara-negara non-muslim. Sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Tenggara mulai melirik dan mengimplementasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam sistem perekonomian mereka.

Salah satu contohnya adalah semakin banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan produk-produk syariah, seperti sukuk, yang kini menjadi alternatif pembiayaan global yang sangat menarik bagi investor di seluruh dunia.

Salah satu hal menarik yang disoroti dalam presentasi ini adalah potensi besar ekonomi syariah dalam mengatasi ketidaksetaraan ekonomi. Prof Ghafar menjelaskan bahwa dalam ekonomi syariah, salah satu prinsip utama yang dipegang teguh adalah penghindaran riba (bunga), yang seringkali menjadi akar ketidaksetaraan dalam sistem keuangan konvensional.

 

Dengan mengedepankan pembagian risiko yang lebih adil dan skema pembiayaan yang transparan, ekonomi syariah dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat. Diskusi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa dan peserta lainnya diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Prof Ghafar.

Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar penerapan ekonomi syariah dalam konteks Indonesia, negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, dan bagaimana sistem keuangan syariah dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.

Prof Ghafar memberikan tanggapan yang sangat antusias, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi syariah, mengingat jumlah umat Muslim yang besar dan semakin berkembangnya kesadaran akan pentingnya ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Selain itu, Prof Ghafar juga membahas tantangan-tantangan yang dihadapi dalam implementasi ekonomi syariah, terutama terkait dengan regulasi dan infrastruktur yang perlu diperkuat agar prinsip-prinsip syariah dapat diterapkan dengan lebih luas dan efektif.

Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan akademisi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berpikir kritis tentang potensi ekonomi syariah di masa depan.

 

“Kegiatan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana ekonomi syariah dapat diterapkan untuk menghadapi tantangan global yang ada. Saya merasa terinspirasi untuk mendalami lebih dalam tentang ekonomi syariah dan bagaimana saya dapat berkontribusi dalam mengembangkan sektor ini,” ujar salah seorang peserta, Muhammad Yahya mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNRI.

Acara ini juga menjadi bukti komitmen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNRI dalam terus menjalin hubungan internasional dan memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi syariah yang semakin berkembang di dunia. Dengan semakin berkembangnya ekonomi syariah di berbagai belahan dunia, terutama dalam konteks global yang semakin dinamis, harapannya acara seperti ini akan terus diadakan untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.

Pada pukul 13.30, dilaksanakan sharing session khusus untuk para dosen yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pengajar. Acara ini dihadiri oleh sejumlah dosen yang aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi dalam sesi tersebut, seperti yang terlihat dalam dokumentasi yang diambil selama kegiatan berlangsung. (*/rls/di)


Baca Juga