Pekanbaru, Detak Indonesia--Salah seorang alumni atau lulusan perdana Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Riau, Ir Mhd Dasrin Nasution mengisahkan tentang peluncuran buku berjudul: Merangkai Kenangan Kisah & Kiprah Alumni Faperta" Unilak Pekanbaru, Riau.
Diwawancara disela-sela acara yang digelar di Auditorium Pustaka Wilayah (Puswil) Soeman HS Pekanbaru, Riau, Senin (17/2/2025), Ir Dasrin menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya peluncuran ataupun bedah buku dari sembilan penulis alumni Faperta Unilak, dikoordinir oleh Pak Fachri Yasin.
Ini tujuannya sebenarnya hanya sebagai kiprah dan kisah alumni Faperta Unilak sesudah 40 tahun tidak bertemu dan waktu ketemu di acara reuni beberapa tempo lalu, para alumni berfikir untuk membuat suatu tulisan yang ditujukan kepada junior-junior di Unilak mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi mereka dan seterusnya. Berbagi pengalaman dalam tulisan itu. Itu yang pertama.
Tetapi ternyata dari hasil ini banyak tuntutan lain yang memang mungkin yang tadinya para alumni berfikir tidak membuat suatu tulisan sudah terbuat tulisan, ada lagi ide-ide lain muncul.
Kenapa tidak buat buku yang bermanfaat yang bisa bisa membuat terobosan-terobosan baru atau hal-hal yang bisa bergabung dengan Pemerintah. Kira-kira itu yang nomor dua.

Buku yang diluncurkan.
"Jadi saat ini alumni kembali harus ketemu lagi dengan teman-teman ini karena memang disayangkan dalam kondisi saat ini di antara sembilan penulis ini hanya yang bisa hadir di acara ini hanya dua orang. Tujuh orang tidak bisa hadir, ya kita tak melihat ini sebagai ketidakmauan tetapi mungkin ada urusan yang lebih penting daripada hal itu," kata Ir Dasrin.
Barangkali seperti itu untuk penulisan buku ini. Tapi bersyukur di acara ini dapat meluncurkan buku ini yang dimaksudkan mudah-mudahan ini bermanfaat bagi penulis kemudian orang-orang di sekeliling penulis dan mahasiswa yang ada di Faperta Unilak umumnya. Barangkali seperti itu.
Isi daripada inti ini hanya tadinya itu kisah dan kiprah bercerita tentang bagaimana para alumni itu berjuang dari mulai kecil, dengan susah payah hingga boleh dikatakan penulis ini menjadi orang yang cukup menonjol di bidangnya masing-masing.
Tapi walaupun tidak seperti kronologis Presiden tidaklah, dia bisa mengatasi berbagai masalah dan berkata: Berikhtiarlah Kau diwaktu muda hidup apa adanya terus di kala tua Kau secukupnya. Kira-kira begitu
"Itu aja motto kami. Kami masih bisa survive dan eksis ke sana kemari walaupun usianya rata-rata sudah di atas 60-an tahun," ujar Dasrin.

"Terima kasih atas segala perhatian mohon maaf atas segala kekurangan wabillahitaufiq wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutup Ir Mhd Dasrin Nasution. (azf)