Prabowo-Gibran Gak Perlu Susah Mikirin Cuan, Ini Sumber Pemasukan Devisa Negara Sangat Besar !

Laporan: Aznil Fajri, dari Kuala Lumpur

Kuala Lumpur, Detak Indonesia--Hampir sepekan menjajal kawasan di Malaysia, ada hikmah dan ide yang didapat untuk Pak Presiden Prabowo Subianto dan Gibran untuk mendapatkan peluang devisa negara yang cukup besar.

Tak perlu merusak lingkungan, menambang sumber daya alam (SDA), dan hanya mengharapkan industri hilir, dan investasi asing. Jangan pusing mencari duit untuk rakyat dan Negara.

Sebenarnya mudah mendapatkan cuan bagi Negara Indonesia. Prabowo bilang ke dunia internasional kami luncurkan: Visit Indonesia 2025. Silakan berwisata ke Indonesia yang indah dan memukau ini. Sadar Wisata dan Sapta Pesona kami jamin. Kamtibmas kami jamin.

"Bila ada yang susahin, ganggu kalian sekecil apapun ...wahai turis dunia yang saya muliakan, saya hukum tegas mereka yang mengganggu anda."

"Kapolri, Mendagri dengan Satpol PP-Hansip, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Camat, Kades, Lurah, RT/RW, Panglima TNI, masyarakat, dan lain-lain kalian ciptakan Kamtibmas."

 

Tak ada lagi preman yang mengganggu turis. Tak ada lagi pungutan parkir sembarangan tanpa tercatat pada mesin khusus agar jelas pemasukannya. Tak masuk ke kantong tak jelas. Masuk lokasi wisata gratis. Tapi wisatawan mancanagera silakan bayar bila menikmati aneka kuliner Nusantara dan kuliner internasional.

Lokasi-lokasi kuliner harus ditata dengan baik. Keamanan harus terjamin. Landscape destinasi wisata ditata agar indah, sejuk, dan nyaman. Karena banyak daerah tropis/panas di Indonesia maka penanaman pohon pelindung ditata baik. Jalan, listrik, telekomunikasi, air (Jalita) tersedia. Barang-barang yang dijual di airport tidak mahal. Tiket pesawat tidak mahal. Yang penting, pelayanan turis diutamakan sebagai raja dan ratu yang akan membelanjakan duitnya di Indonesia.

Dengan banyaknya turis mancanegara datang ke Indonesia, akan melimpah pemasukan devisa negara. Baik dari sektor transportasi udara, transportasi darat, dan laut, serta sungai.

Jamin pemasukan devisa untuk Negara dan Rakyat akan mengalir deras ke Nusantara yang indah ini. Prabowo...ciptakan dirimu adalah HUKUM yang dipatuhi semua elemen di Indonesia.

Kalau diharapkan hanya investor untuk mendongkrak devisa negara, lama cuan didapat Negara Indonesia. Indonesia objek wisatanya melimpah, kalah Malaysia sebenarnya. Tapi kenapa Malaysia unggul? Karena Sadar Wisata, Sapta Pesona, Kamtibmas dalam negerinya terjaga dengan baik.

 

Betul sekali, sumber daya alam kita sangar besar dan objek wisata di nusantara masih banyak yang belum tergali, bisa mendatangkan sumber devisa yang besar. Malaysia dan negara Asean nggak ada apa-apanya di banding Indonesia !!!

Jadi, Pak Presiden Prabowo dan Wapres Gibran agar liriklah, garaplah dengan serius sektor Pariwisata Indonesia bila ingin jadi Negara Maju-Indonesia Emas 2045. Hanya dengan menjual keindahan alam Indonesia, seni dan budaya, city tour, ada mobil wisatanya yang nyaman untuk wisata kota dengan atap setengah terbuka dan ada atap tertutup, tempat bersejarah, situs bernilai tinggi, tak merusak alam, maka dolar, euro, ringgit, dolar Singapura, Yuan, yen, dan lainnya akan mengalir ke Indonesia. Tapi ciptakan Sadar Wisata, Sapta Pesona, Kamtibmas yang baik.

Lengahnya Pemerintahan Presiden Prabowo dan Gibran serta menteri-menterinya menggarap sektor pariwisata untuk pemasukan devisa negara, sejumlah tokoh Nasional mengkritik kebijakan Pemerintah saat ini. Tujuannya agar jangan terpeleset.

Dilansir dari Repelita.com
Rocky Gerung soroti krisis politik dan ekonomi: "Indonesia di Ambang Ketidakpastian, Mirip Era 1998."

Pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan keprihatinan mengenai situasi politik dan ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda krisis. Ia membandingkan kondisi yang terjadi saat ini dengan periode menjelang kejatuhan rezim Orde Baru pada 1998 saat terjadi reformasi.

 

Rocky Gerung mengungkapkan, meskipun situasi saat ini tidak ada pihak yang sengaja memprovokasi, banyak tanda-tanda yang mengarah pada krisis besar. Rocky menyoroti ketidakpastian politik yang terjadi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kepastian politik dan ekonomi sangat diperlukan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tanpa itu, akan sulit bagi negara untuk maju," ujar Rocky Gerung di kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi, termasuk stabilitas politik dan hukum, dapat merugikan ekonomi dan menghambat perkembangan negara. Rocky mengingatkan kondisi krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini menjadi bukti ketidakmampuan pemerintah dalam memenuhi target penerimaan pajak dan pembayaran utang.

Rocky Gerung menilai, dampak dari kebijakan-kebijakan lama, termasuk konflik agraria dan hutang luar negeri, mulai dirasakan. Meski begitu, Rocky menyebut mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo mampu menghadapi tantangan ini dan menyelesaikannya.

Namun, ia menekankan, langkah strategis dan refleksi mendalam diperlukan untuk keluar dari situasi yang semakin sulit ini. (di/azf)


Baca Juga