Uruk Tolong, Sionom Hudon Utara, DetakIndonesia--Masyarakat Desa Uruk Tolong (Sion Utara), Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut) saat ini merasa lega.
Setelah adanya kesepakatan antara masyarakat dengan perusahaan PT Asri Power Prima bersama PT KPCU, di mana perusahaan pembangkit listrik ini menyanggupi akan membangun peningkatan jembatan penghubung antara Desa Sion Runggu dengan Desa Sion Utara.
Jembatan Lae Luhung (air jurang-red) tersebut, panjangnya sekira 14 meter lebarnya 4 meter dengan lantai papan hasil pembangunan swadaya masyarakat.
Kondisinya belakangan ini, terutama setelah kerab dilalui alat berat, akhirnya jembatan mengalami kemiringan.
Karena konstruksi jembatan hanya terbuat dari besi bulat ukuran sedang, dan usianya pun sudah puluhan tahun. Tentu saja konstruksinya sudah mengalami karat bahkan keropos dan dikhawatirkan akan rubuh jika tidak segera ditangani.

Selain sebagai jembatan penghubung antar kedua desa, jembatan itu juga menjadi akses utama bagi operasional PT Asri Power Prima yang sedang membangun PLTA, terletak di Harungguan Toruan. Disebut dengan PLTA Aek Rahu 2. Nantinya PLTA itu akan menghasilkan listrik dengan total daya sebesar 7,5 MW.
Menurut tokoh masyarakat Desa Sion Utara, Absalom Sinaga senada dengan Parningotan Sinaga menyebut, Dusun Harungguan toruan itu sendiri sebenarnya terletak di Desa Si Onom Hudon Timur 2. Namun entah kenapa oleh Kades Sion Runggu sebelumnya memasukkanya ke wilayah Desa Sion Runggu-Sitapung. Pada hal sebenarnya wilayah itu masuk ke Desa Sion Timur 2 di Siduambilik, ungkap tokoh masyarakat ini.
Dikatakan mereka, jembatan Lae Luhung, salah satu jembatan yang cukup angker di wilayah itu. Sebab ketinggian jembatan lebih 70 meter dari permukaan sungai.
Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka dipastikan akan mendapat malapetaka besar.
Selain mengancam korban jiwa masyarakat, jika jembatan itu putus, maka juga akan memutus akses masyarakat dari Desa Sion Runggu menuju Desa Sionom Hudon Utara dan sekitarnya.
Artinya, fungsi jembatan Lae Luhung menjadi sangat vital dan strategis bagi kelangsungan hidup masyarakat di kedua desa bertetangga itu.

Jembatan Lae Luhung kondisinya sudah miring, dijanjikan Juli 2025 akan dibangun dengan konstruksi beton (permanen). (nes)
Kurang lebih 6 bulan lamanya masyarakat menunggu kepastian dari perusahaan untuk menyatakan kebersediaan perusahaan membangun jembatan itu. Dan Rabu (16/4/2025) kemarn, hal itu sudah terjawab.
Pertemuan dilakukan di Kantor Desa Si Onom Hudon Utara, di Uruk Tolong, dihadiri para tokoh masyarakat juga disaksikan oleh unsur pimpinan kecamatan.
Kepala Desa Sionom Hudon Utara, Raja Jonri Eduard Tinambunan pada pertemuan tersebut mengungkapkan, masyarakat sangat berharap realisasi janji untuk pembangunan jembatan tersebut.
"Saat ini masyarakat juga ingin mendengar janji perusahaan untuk memastikan kapan waktunya dapat membangun jembatan yang sangat ditunggu tunggu masyarakat dari ke dua desa bertetangga itu," ujar Eduard mengawali pembicaraan.
Menanggapi hal itu, Andang D, Project Manager PT KPCU senada dengan Safjan V Tarigan yang juga selaku Project Manager PT APP memastikan pihaknya akan melakukan pembangunan jembatan Lae Luhung dengan volume jembatan 14 x 4 meter secara permanen. Dan pelaksanaan pembangunan itu akan dimulai tepat awal Juli 2025.
Selain membangun jembatan menjadi permanen, perusahaan juga akan memperlebar jalan mulai dari ujung jembatan hingga sepanjang 300 meter menuju Desa Sion Utara.
Dan setelah PLTA beroperasi perusahaan juga mengupayakan akan membangun penerangan jalan yang sangat dibutuhkan nantinya.
Selain itu, kata Andang, pihaknya juga akan memfasilitasi angkutan anak sekolah selama pelaksanaan konstruksi jembatan, sebut Andang.
Sementara itu di tempat terpisah, Raja Kuta Sangkalan 2, Parningotan Sinaga (65) kepada Detak Indonesia menyebut pertemuan tersebut cukup melegakan hati masyarakat Sion Utara.
"Kami mewakili masyarakat Desa Sion Utara mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Managament PT APP dan PT KPCU yang berkenan akan mengabulkan harapan masyarakat. Kami sangat berharap agar perusahaan dapat menepati janjinya dimana awal Juli 2025 pembangunan jembatan itu akan dimulai. Selain jembatan, menurut perusahaan mereka juga akan memperlebar jalan sekira sepanjang 300 meter dari pangkal jembatan menuju Desa Sion Utara, serta mengusahakan pembuatan penerangan jalan di beberapa titik yang sangat dibutuhkan. Dengan terwujudnya nanti pembangunan jembatan tersebut, dipastikan akan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Parningotan.(johanes sinaga)