Bangkinang, Detak Indonesia--Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar, Andi Dermawan Lubis menegaskan pihaknya tak bisa menghalangi rencana eksekusi lahan di Jalan Riau ujung Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kampar Riau pada Senin 28 April 2025.
"Kalau kami menanggapi eksekusi Pengadilan Negeri Bangkinang ini, kami bisa kena pidana, jadi kami tidak bisa mencampuri eksekusi tersebut," kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar, Riau, Andi Dermawan Lubis sebagaimana disampaikan Ketua DPP LSM Perisai Riau Sunardi dan Sekjen Jajuli, Rabu (23/4/2025).
Menurut Sunardi sengketa lahan antara Wirariawan Lawer versus Nelly ini sebenarnya tak perlu sampai ke pengadilan. Pihak berperkara seharusnya berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan Nasional Kampar mengajukan pengembalian batas, tak harus berseteru ke pengadilan. Karena surat mereka saling bersepedan. Tapi kenapa berseteru. Hakimpun seharusnya menyuruh para pihak bersengketa ini berkoordinasi dulu ke Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar karena sama-sama memiliki sertifikat yang dikeluarkan dari Kantor Pertanahan Kampar.
Masalah ini kata Sunardi sangat sederhana. Keduabelah pihak saling bersepadan tidak ada yang hilang objek tanahnya. Mungkin Penggugat Wirariawan Lawer sudah lama tak melihat tanahnya dia lupa mana batas tanahnya. Lalu dibilangnya tanahnya diserobot Nelly. Setelah dicek ternyata lahan Wirariawan dan adiknya Djohan Lawer masih ada. Djohan lahannya bersepadan dengan Wirariawan Lawer dan Henry, dan Henry bersepadan dengan Nelly. Henry dan Nelly punya dasar yang sama.
Kalau hak sepadan itu diambilalih oleh sepadan tentu ada unsur pidana. Dan ini akibat eksekusi PN Bangkinang. Seharusnya PN memberikan putusan yang seadil-adilnya justeru menghilangkan hak orang lain yang betul-betul punya hak kepemilikan tanah yang memiliki sertifikat.
"Antara Wirariawan Lawer dan lawannya Nelly bersepadan dan sama-sama memiliki sertifikat. Lahan Wirariawan Lawer 2 ha masih ada dan masih utuh tak ada diserobot Nelly. Milik Nelly tak sampai 1 ha. Jadi eksekusi pengosongan akan termakan 1 ha lagi lahan orang lain jadinya, kacau ini," tegas Sunardi.l
Untuk diketahui, Wirariawan Lawer dan adiknya Djohan Lawer memiliki lahan 4 ha lahan di Jalan Riau ujung di Karya Indah Tapung Kampar Riau, Wirariawan Lawer gugat tanah Nellly 9.480 M2 (tak sampai 1 ha) dibeli dari Drs Tarsono. Bersepadan dengan Djohan Lawer. Lahan Nelly, jauh dari Wirariawan Lawer dan Djohan Lawer fisik tanah luas 4 hanya masih ada, tapi mengira lahannya hilang dan mengklaim lahan lahan Nelly yang sudah bersertifikat akan segera dieksekusi PN Bangkinang Senin 28 April 2025. (azf)