Sungguh Miris, Gedung SMAN I Gaung Inhil Amburadul Rusak di Sana-sini !

Gaung Inhil, Detak Indonesia--Pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran ke sekolah-sekolah melalui anggaran biaya operasional sekolah (BOS). Tujuannya untuk menunjang dunia pendidikan agar terciptanya generasi yang unggul juga sarana dan prasarana terpelihara.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA pada 2024 adalah Rp1.500.000,- per siswa per tahun dan dana BOSDA pun dapat. Dana Bos disalurkan dua tahap pada 2024.

Dana BOS dapat digunakan untuk pembiayaan operasional sekolah, renovasi sekolah termasuk langganan daya dan jasa, seperti listrik, internet, dan air. Dana BOS juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang relevan untuk pemenuhan kebutuhan satuan pendidikan. Penggunaan dana BOS harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun sungguh miris melihat bangunan sekolah SMAN 1 Gaung di Kecamatan Lahang Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) Riau yang nampak banyak rusak dan terkesan dibiarkan. Kemana dana BOS dari Pemerintah pusat dan BOSDA digunakan, apakah tepat sasaran? Kerusakan tersebut terlihat di bagian plafon, kamar mandi dan di bagian sisi gedung lainnya. Kemana anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana gedung sekolah ini yang jauh dari pengawasan aparat berwenang. Dan jauh dari pantauan wartawan. Apakah ada dugaan unsur korupsi ? Tentunya aparat penegak hukumlah yang perlu menyelidiki keanehan awal ini, bukti permulaan ini.

Tim investigasi dan wartawan mencoba konfirmasi kepada pihak Komite Sekolah inisial J terkait gedung sekolah SMAN 1 Gaung yang rusak di sana-sini ini dan tidak terawat menyampaikan.

 

"Saya baru empat bulan jadi Komite pak, ditanya soal anggaran sekolah saya tidak tau pak," kata J.

"Berapa lama Kepsek dinas di SMAN 1 Gaung bang? J menjawab Kepsek sudah tujuh tahun bang."

"Kemana dana sekolah digunakan bang?" J menjawab saya tidak tau pak, bapak lansung aja sama kepala sekolahnya," tutup J lewat seluler Sabtu lalu (19/4/2025).

Tim investigasi mencoba konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Gaung Lifi Afriadi lewat seluler nomor hp 0812-700-10xx namun tidak ada jawaban di chat centang satu sampai saat ini tidak ada jawaban hingga Sabtu (26/4/2025).

Di tempat lain tim investigasi mencoba bertanya sama warga dan sekaligus Kepsek SMA Inhil inisial N mengatakan lewat pesan berantai terkait gedung sekolah SMAN 1 Gaung mengisahkan itu ruang zaman Pak Haji yang sudah tutup, sedangkan rusak berat yang lain tetap tak bisa juga dari dana BOS, jelasnya beberapa waktu lalu.

Terpisah Ketua Investigasi DPP TOPAN RI (Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik), Rahman angkat bicara terkait gedung kerusakan SMAN 1 Gaung Kelurahan Kuala Lahang ini yang dibiarkan rusak di sana-sini tapi kunjung diperbaiki. Rahman tegaskan ruangan belajar bisa dikatakan tidak layak dipakai. Namun Kepsek SMAN 1 Gaung Lifi Afriadi tetap memakai ruang rusak itu untuk kegiatan kegiatan sekolah seperti rapat dan ruang belajar peserta didik.

 

"Pertanyaannya selama Lifi Afriadi (Kepsek SMAN 1 Gaung) menjabat Kepsek selama tujuh tahun kemana dana renovasi atau dana yang digelontorkan untuk sekolah? Bisa kita katakan SMAN 1 Gaung ini seperti kadang ternak, tidak pantas untuk ruang belajar-mengajar, untuk menimba ilmu. Kenapa bisa gedung sekolah dibiarkan tak karuan rusaknya dan tak kunjung diperbaiki pakai dana yang ada. Kemana dana selama ini dimanfaatkan?" tanya Rahman.

Rahman menegaskan masalah SMAN 1 ini patut dipertanyaan, informasi yang beredar tentang keunikan Kepsek SMAN 1 Gaung ini, rekening perserta didik dipegang orang kepercayaannya, dan Kepsek SMAN 1 Gaung disebutkan tiap tahun umrah. Pakai dana mana? Apakah pakai dana siswa yang 'nyelip-nyelip' diterima masuk sebagai siswa baru atau siswa pindahan masuk ke sekolah ini? Sekali Umrah menurut wartawan yang baru pulang umrah biayanya sekitar Rp35 juta. Bisa pilih paket terbang dari Pekanbaru-Batam-Singapura-Madinah-Turki-Makkah. Atau Pekanbaru-Batam-Singapura-Madinah-Makkah-Turki.

"Kami minta kepada pidsus Kejaksaan atau krimsus kepolisian untuk memeriksa Kepsek SMAN 1 Gaung Lifi Afriadi, apakah ada dugaan tindak pidana korupsi kalau ada proses hukum," tutup Rahman. (tim)


Baca Juga