Preman yang Ganggu Pembangunan Pabrik BYD di Subang Ditangkap

Subang, Detak Indonesia--Aksi premanisme yang mengganggu pembangunan pabrik mobil tenaga listrik BYD di Subang, Jawa Barat sudah diselesaikan. Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita BR menegaskan saat ini sudah tidak ada lagi praktik premanisme dalam pembangunan pabrik BYD tersebut.

Menurutnya masalah ini ramai akhir-akhir ini bahwa ketika anggota MPR mengadakan kunjungan  ke Tiongkok bahwa ada laporan ke BYD Tiongkok bahwa di Subang ini masih marak praktik premanisme. Cuma ketika pihaknya konfirmasi memang itu kegiatan premanisme yang sudah pihaknya selesaikan, khususnya dari Polres Subang sendiri menindak sehingga hari ini sebetulnya sudah tidak ada premanisme di situ. Hal ini ditegaskan Reynaldi sebagaimana dikutip dari detikJabar Kamis 1 Mei 2025.

Reynaldi menjelaskan, sejumlah preman yang melakukan pemalakan kepada supir truk di kawasan industri tersebut sudah ditangkap polisi. Saat ini dia fokus menjaga iklim investasi di Subang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan adanya bentuk aksi premanisme yang sempat terjadi dalam proses pembangunan pabrik mobil listrik asal Tiongkok PT Build Your Dream (BYD) di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

BYD menurutnya merupakan salah satu di antara sekian banyak contoh investor otomotif yang memang saat ini terganggu oleh kegiatan-kegiatan ormas. Hal ini ditegaskan Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin lalu sebagaimana dilansir Antara.

 

Dia menambahkan aksi premanisme itu terjadi saat pabrik BYD belum beroperasi secara aktif sebagai pabrik manufaktur kendaraan. BYD sedang dalam tahap pembangunan di Subang. Jadi secara operasional belum berfungsi, tetapi lalu lintas kendaraan, truk untuk mengangkut material, alat-alat bangun, dan lain-lain, konon kabarnya dapat gangguan.

Eddy menegaskan pemerintah perlu menindak tegas aksi premanisme yang dilakukan oleh ormas-ormas karena dapat menghalangi iklim investasi di tanah air.

"Jangan sampai kita ini punya target investasi yang tinggi, tetapi terhalang oleh aksi-aksi yang sesungguhnya bisa kita cepat atasi, asal penegakan hukumnya itu bisa dilaksanakan secara kuat," tegasnya.

Terpisah, Head of Marketing PR and Government Relation BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, 
mengatakan kondisi pembangunan pabrik berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan tanpa kendala.

"Hingga saat ini, seluruh proses persiapan dan pembangunan pabrik berjalan dengan baik," ujar Luther sebagaimana dikutip dari detikOto, Kamis (1/5/2025).

 

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pabrik mobil listrik ini diproyeksikan akan menyerap antara 16.000 hingga 18.000 tenaga kerja di Jawa Barat. Dalam upaya menarik investasi, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan bagi para investor. Kawasan pabrik BYD di Subang ini akan menempati lahan seluas lebih kurang 61 hektare. (*/di)


Baca Juga