Hutan XIII Koto Kampar dan Rokan IV Koto Terus Dibabat, Kayu Log Diangkut di Kegelapan Malam

Simpang Balak, Detak Indonesia--Aksi pembalakan liar diangkut truk Colt Diesel bak terbuka di malam hari masih berlangsung di Simpang Balak kawasan Pangkalan Kabupaten Limapuluhkota Sumbar perbatasan di jalan lintas Riau, hingga Jumat (30/5/2025).

Jalan masuk ke lokasi hutan XIII Koto Kampar Riau berada di kawasan Pangkalan Sumbar namanya Simpangbalak sekitar Km 114-115. Namun hutan yang dibabat masuk wilayah Riau. Pemain kayu balak di sini menurut keterangan masyarakat masih saja oknum baju hijau. Dan ada juga disebut buka hutan H Win untuk ditanami sawit. Selain itu disebut juga Toha (sudah almarhum) akibat tabrakan di TOL Bangkinang saat transaksi jual beli lahan di XIII Koto Kampar dengan tokoh setempat Khalifah.

Beberapa waktu lalu masuk delapan truk bak terbuka ke Simpangbalak ini untuk menjemput kayu log yang sudah ditumbang preman hutan dengan mesin gergaji rantai (chainsaw) dan dinaikkan alat berat ke atas truk bak terbuka itu di tengah malam. Lalu ditutup terpal sehingga di malam hari saat warga dan aparat penegak hukum tidur, tak kelihatan aktivitas makhluk maling kayu negara di malam hari.

 

Truk yang sudah sarat muatan kayu log itu menurut warga tempatan konvoi di tengah malam dan dikawal oknum tertentu menuju ke arah PLTA Koto Panjang, terus ke arah Bangkinang.

Di kawasan Simpangbalak Pangkalan Sumbar masuk ke dalam sudah terbuka hutan dan telah ditanami sawit. Saat ini nampak bebukitan sudah ditraktor dibuat teras-teras/teres untuk ditanami sawit. Dari jalan tanah di dalam hutan ini nampak barusan dibuka traktor hutannya sementara kayu log dan kayu cerocok bangunan sedang dikumpulkan untuk diangkut truk.

Di kawasan dekat Candi Muara Takus menuju Desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar kayu gergajian diangkut dengan mobil-mobil kecil bak terbuka. Di dalam hutan kayu log yang sudah ditumbang di-chainsaw langsung jadi lembaran kayu gergajian. Oknum baju hijau tak terlalu berani main kayu log di Desa Koto Tuo menuju Desa Tanjung sampai ke Desa Gunung Malelo, Desa Bandur Picak XIII Koto Kampar, dan Desa Pendalian, Cipangkiri, Cipangkanan, Tibawan oleh oknum di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhulu Riau. Pembeli kayu itu groupnya 3 orang. Pemain lain ada namanya Putra, Wandi, Lubis dan masih banyak lagi. Kadang orang lain jual nama.  Karena namanya sudah populer di Cipangkiri siapa mau main kayu kalau tak tunduk sama dia akan disikatnya. Jenis kayu campuran. Deforestasi hutan dan okupasi hutan untuk budidaya sawit berlangsung secara besar-besaran oleh pemodal kuat di belakangnya.

 

Di Simpang Balung Pangkalan Sumbar kalau masuk terus ke dalam akan nampak bebukitan hutan sedang dibuka dan telah dibakar. Hamparan kebun sawit merajalela di kawasan Balung Pangkalan Sumbar ini sampai batas Desa Siasam Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Riau tembus ke Kamparkiri, Lipatkain, keluar di simpang Rakit Gadang.

Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kampar Riau Dendy kepada tim investigasi beberapa waktu lalu mengeluh keterbatasan dana operasional dan anggotanya hanya 5 orang. Demikian juga KKPH Rokan, Nafri yang dihubungi tim investigasi DPP TOPAN RI Rahman dan Tim media tidak merespon saat dikonfirmasi hancurnya hutan di wilayahnya. Sementara Kasat Polhut Dinas Kehutanan Riau Nasri yang dihubungi di ruang kerja juga mengeluhkan keterbatasan dana operasional yang tidak dipasok Pemerintah untuk razia dan operasional pemantauan hutan di Provinsi Riau.

Ditambah lagi kata Kasat Polhut Dinas LhK Riau Nasri saat ini puluhan petugas Polisi Kehutanan Riau sudah tua-tua dan akan pensiun tidak kuat lagi operasi lapangan. Pemerintah harus merekrut Polhut usia muda untuk menjaga kelestarian hutan Riau. (azf)


Baca Juga