Pekanbaru, Detak Indonesia - Kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa 1 Juli 2025. Asap ini berasal dari kebakaran lahan gambut di wilayah Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.
Total tampil 30 hektare lahan gambut di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung telah terbakar. Untuk memadamkan api, tim dari BPBD Riau, Manggala Agni dan pihak kepolisian telah berupaya melakukan pemadaman sejak empat hari belakangan ini.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur kepada pers mengatakan, dampak kabut asap telah memasuki wilayah pemukiman dan Kota Pekanbaru.
"Dampaknya adalah asap memasuki pemukiman masyarakat. Jika tidak segera dilakukan pemadaman akan mengganggu udara di sekitar. Jarak kebakaran dari pemukiman sekitar lima kilometer, tapi karena angin bertiup cukup kencang dan berubah-ubah arah. Kemarin sore kami cek angin ke arah barat, tapi pagi-pagi karena bercampur embun sehingga terasa baunya. Dan hari ini cukup berkurang dari hari kemarin," kata Jim Gafur, Selasa (1/7/2025).
Dijelaskan, saat ini pihaknya sedang berjibaku memadamkan api di lokasi. Tim dibantu dengan satu unit helikopter water boombing milik BNPB.
"Ini sudah hari keempat satgas gabungan sudah melakukan upaya pemadaman melalui tim darat maupun udara menggunakan heli water boombing dan kami terus mengupayakan agar yang di Tapung ini padam," jelasnya.
Untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api tidak meluas, BPBD Riau berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta tambahan satu unit helikopter water boombing lagi.
"Kami sudah koordinasi dengan BNPB agar heli water boombing ini ditambah di Riau ini mengingat daerahnya cukup luas dan jaraknya cukup jauh. Apa bila memang ada penambahan heli akan memudahkan penyiraman titik api melalui udara. Sekarang cuma satu dan itu kami cukup kewalahan dan kami harapkan nanti pada saat Rakor dengan BNPB kami usulkan penambahan heli water boombing," kata dia.
Dalam operasi selama tiga hari, satu unit heli water boombing mampu melakukan penyiraman 169 water drop per harinya di lokasi kebakaran.
"Untuk di Tapung sendiri ini sudah hari ketiga, kemarin sudah dua sorti dilakukan pemadaman oleh heli sebanyak 169 water drop dan cukup signifikan untuk memadamkan api dan mengurangi asap," pungkasnya. (dan)