PT Asri Power Prima, Realisasikan Pembangunan Jembatan Lae Luhung

Uruk Tolong, Detak Indonesia-- Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA PT Asri Power Prima dan perusahaan konstruksi PT Karya Prima Cipta Utama yang beroperasi di dua desa bertetangga yakni Desa Sion Runggu dan Desa Sion Utara, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, merealisasikan janji pembangunan jembatan yang pernah dijanjikan perusahaan tersebut pada April 2025 lalu.

Janji pembangunan yang diungkapkan sebelumnya yakni akan membangun jembatan Lae Luhung pada awal Juli 2025, dan nampaknya telah mulai direalisasikan.  

“Persis sejak minggu pertama Juli 2025, kegiatan pengadaan bahan material jembatan berupa pasir dan batu, sudah ditumpuk di lokasi pembangunan. Demikian juga bahan material lainnya secara bertahab juga sudah didrop. Dan saat ini, tengah dilakukan penggalian pondasi untuk memulai konstruksi.

Demikian dijelaskan Safjan V Tarigan, selaku Project Manager PT Asri Power Prima, menjawab Detak Indonesia lewat telepon Rabu (16/07/2025).  

“Apa yang pernah kita janjikan di hadapan pemerintah desa dan juga tokoh masyarakat dari kedua desa bertetangga itu, saat ini mulai kita realisasikan. Kita doakan saja, agar pelaksanaan konstruksinya berjalan sesuai rencana. Demikian juga target waktu pelaksanaan kiranya dapat berjalan sesuai rencana. Sehingga masyarakat dari ke dua desa dapat melakukan aktivitasnya dengan lancar, tanpa rasa takut lagi jembatan roboh. Kita harapkan doa dan dukungan seluruh masyarakat,“ pinta Tarigan.

 

Ditambahkannya, sesuai rencana lama pembangunan jembatan itu paling lama 60 hari kerja sudah bisa rampung.  Artinya terhitung dua bulan dari saat ini, jembatan Lae Luhung sudah bisa dilalui masyarakat. Adapun panjang bentangan jembatan baru itu nantinya sepanjang 18 meter dengan lebar 4 meter.

Dengan konstruksi permanen serta dapat dilalui kendaraan berat dengan tonase 30 ton. Dengan selesainya pembangunan jembatan Lae Luhung ke depan, seluruh aktivitas masyarakat dari kedua desa dipastikan tidak lagi terkendala apalagi ragu. Tidak seperti selama ini, untuk melewati jembatan tersebut kita lakukan dengan penuh keraguraguan akan roboh. Apalagi usia jembatan yang telah puluhan tahun, dengan konstuksi yang juga sudah sangat ketinggalan zaman, “sebut Tarigan lagi.

Di akhir bincang-bincangnya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat dari kedua desa bertetangga tersebut agar dapat hidup rukun dan kompak, serta mendukung kemajuan keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayah itu. Sebab terbukti saat ini, kehadiran PT APP dan PT KPCU turut memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat di dua desa bertetangga itu secara khusus, dan buat Kecamatan Parlilitan dan Kabupaten Humbang Hasundutan secara umum,” ungkap Tarigan.(nes)     


Baca Juga