Warga Bilang Pihak TNTN Tak Ada Sosialisasi, PT RAPP Dibilang Tanam HTI di Buffer Zone TNTN

Airhitam, Lubuk Kembang Bungo Ukui, Detak Indonesia--Sengkarut masalah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Dusun Gambangan Desa Airhitam dan Desa Lubuk Kembang Bungo Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, perlahan-lahan terus terbuka cerita dan kisah tentang terjadinya deforestasi hutan tropis di Provinsi Riau.

Khususnya deforestasi di zona inti TNTN, dan Hutan Produksi (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hutan yang Dapat Dikonversi (HPK), Buffer Zone atau Sabuk Hijau atau hutan alam Kawasan Penyangga TNTN.

Tim investigasi DPP TOPAN RI Rahman didampingi Fahmi, awak media bersama Tim Satgas PKH Rabu (16/7/2025) meninjau SDN 016 di Dusun Gambangan Desa Airhitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau yang berada di dalam zona inti TNTN. Ada enam kelas murid SD belajar di kelas jauh tersebut dan Tim Satgas PKH sempat dialog dengan pimpinan guru kelas jauh SDN 016 ini.

Sementara Tim Investigasi DPP TOPAN selain ketemu sama murid-muris SD tersebut, juga mengunjungi wawancara sejumlah warga yang berkebun sawit di dalam zona inti TNTN tersebut. Dibilang warga sejak dia datang dari Cilacap Jawa Tengah 2019 lalu di hutan TNTN ini dan membuka kebun sawit seluas 6 hektare di zona inti TNTN, beli dari Batin Putih Arifin Dahlan Desa Airhitam Ukui Pelalawan Riau. Pihak TNTN tak pernah sosialisasi kepada warga tentang itu kawasan TNTN.

"Petugas TNTN itu hanya lewat lalu lalang aja di kampung Gambangan Airhitam ini. Tak ada beri sosialiasi tentang ini zona inti TNTN. Jangankan membuat tata batas TNTN, mengasih peta TNTN aja tak mereka lakukan kepada warga," kata sejumlah warga Kampung Gambangan Airhitam di zona inti TNTN, Rabu (16/7/2025).

HTI PT RAPP dijepit kelapa sawit cukong-cukong dan warga di Dusun Gambangan Desa Airhitam Ukui Pelalawan Riau, Rabu (16/7/2025). (azf)

 

Dibilang warga lagi, banyak warga buka hutan dijadikan kebun sawit di Dusun Gambangan, Desa Airhitam ini. Bahkan warga tebang HTI PT RAPP yang tanam Cassia carva secara overlap di hutan alam Buffer Zone TNTN. Kades Airhitam T Sitorus Rabu petang (16/7/2025), membenarkan kawasan overlap buffer zone TNTN yang ditanami Cassia carva PT RAPP ini ditebangi warga ditanami sawit.

"Sudah dua kali PT RAPP di buffer zone TNTN ini panen HTInya. Karena takut tak dipanen lagi HTInya dibiarkan sampai sekarang besar-besar kayunya sudah melebihi usia panen normal. Dan karena dibiarkan PT RAPP HTI dan lahannya akhirnya diserobot warga dan warga tanam sawit," jelas warga Dusun Gambangan Desa Airhitam kepada Tim Investigasi DPP TOPAN RI dan wartawan, Rabu (16/7/2025).

Pantauan investigasi di lapangan, saat ini pekerja HTI PT RAPP sedang panen kayu HTI di kawasan ini dan sebagian baru staking, dan tanam bibit baru Eucalyptus. Di samping HTI PT RAPP terhampar kebun sawit para cukong sawit, warga di kawasan HPT dan HPK.

Jalan Koridor Lama PT RAPP Ditutup

Di tempat terpisah warga Desa Lubuk Kembang Bungo, Ukui, Pelalawan membawa Tim Investigasi dan wartawan mengecek kawasan lindung TNTN yang dulunya dibuka jalan koridor lama RAPP dan sudah ditutup sekitar tahun 2014 kata warga atas instruksi saat itu Presiden Jokowi. Lokasi jalan koridor lama yang diputus ekskavator ditutup dengan digali ini tinjau Tim Investigasi DPP TOPAN RI dan wartawan. Jalan koridor lama ini dibuka sekitar tahun 2000 sementara penunjukan sebagai TNTN tahun 2004 dan jalan koridor lama ditutup tahun 2014.

"Ditutup karena masuk kawasan zona inti TNTN di Desa Lubuk Kembang Bungo. Di zona inti TNTN ini dulu ditanami HTI jenis Acasia mangium oleh RAPP. Sudah dua kali panen juga luasnya sekitar 2.400 hektare. Jadi kawasan buffer zone Dusun Gambangan Desa Airhitam tadi total overlaping lahannya sekitar 3.400 hektare kawasan HTInya dulu dipanen PT RAPP. Sekarang kawasan hutan Accasia mangium dan Eucalyptus di Desa Lubuk Kembang Bungo oleh RAPP dijadikan kawasan lindung ditumbuhi Accasia mangium campur Eucalyptus. Kawasan atau Hutan Lindungnya TNTN bukan kayu hutan alam, karena sudah ditebangi kayu alam TNTN nya, tersisa bekas Accasia mangium lama dan Eucalyptus jadi kawasan lindung, aneh juga," kata warga yang minta namanya jangan ditulis.

Kawasan lindung TNTN di Lubuk Kembang Bungo sebelum SK penunjukan TNTN kata warga dulu hutan alam ditebangi, ditanam Acasia mangium pernah dipanen HTI Acasia mangium-nya dua kali oleh RAPP pernah terbakar hebat direboisasi lagi oleh Pak Ismail dari sebuah perusahaan.

 

Sekitar 2.400 ha lahan PT RAPP pernah overlaping dengan TNTN sebagian ditanami Acasia mangium, sebagian eucalyptus di dusun bawah Desa Lubuk Kembang Bungo dan Dusun Gambangan Desa Airhitam ditanami HTI Cassia carva di lahan overlap.  

Di Dusun Gambangan Airhitam, Pak Kasim tanam sawit di eks lahan RAPP itu 20 ha punya toko pupuk dia, ada H Adus puluhan hektare sawitnya, juga Jefri juga. Warga beli lahan dari Ninik mamak Batin Putih Arifin Dahlan Desa Airhitam Ukui Pelalawan Riau.

Irwanto 6 ha dari Jateng juga tanam sawit di Dusun Gambangan, Pak Ramli hibah lahan SDN 016 Airhitam juga tanam sawit di belakang SDN 016 yang ditinjau Satgas PKH Rabu (16/7/2025).

Direktur Utama (Dirut) PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) Mulia Nauli, sudah dikonfirmasi Kamis (17/7/2025) oleh Tim Investigasi DPP TOPAN RI Rahman, Fahmi dan wartawan hanya ingin konfirmasi saja kalau benar apa yang dibilang warga.

Yang dipertanyakan sbb:
1. Terkait diduga penyalahgunaan lahan overlap PT RAPP di Dusun Gambangan Desa Airhitam Kecamatan Ukui Pelalawan Riau seluas lebih kurang 1.000 hektare hutan buffer zone/sabuk hijau/hutan penyangga TNTN hutan alamnya sudah dibabat PT RAPP sudah ditanami Casia carva, sudah dua kali PT RAPP panen HTI Casia carva, sekarang lahan itu dibiarkan, diserobot warga Gambangan berganti ditanami sawit oleh masyarakat. Ada sawit milik Kasim, Jefri, dll. Ini kata warga dan kami sudah turun ke lapangan mengambil bukti dokumen di lapangan Rabu 16 Juli 2025 saat Tim Satgas PKH dan tim kami meninjau SDN 016 di Dusun Gambangan tsb.

 

2. Lebih kurang 2.400 ha hutan HTI Akasia mangium di Lubuk Kembang Bungo di Kenayang Lubuk Kembang Bungo lahannya juga overlap dengan TNTN pernah dibuat jalan koridor lama RAPP, hutan alam sebagai penyangga TNTN dibabat RAPP, namun 2014 diperintah Presiden Jokowi tutup jalan koridor lama itu dan dibuat jalan koridor baru tembus ke Desa Lubuk Kembang Bungo. Reboisasi dilakukan sekitar 2019 karena terbakar hebat. Direboisasi oleh Pak Ismail sebuah perusahaan reboisasi 500 sampai 1.000 ha ditanami tanaman hutan, seperti Meranti, dll. Tapi saat kami kunjungi Rabu 16 Juli 2025, reboisasi tak terawat lagi malah tumbuh subur Akasia mangium dan ditemukan banyak tinja atau kotoran berak gajah. Kata warga Lubuk Kembang Bungo, bahwa Buk Erna Sayuti dari WWF pernah turun ke masyarakat saat sosialisasi tahun 2004 lalu di Lubuk Kembang Bungo.

Maksud tim investigasi kepada Pak Mulia Nauli sebagai Dirut PT RAPP, ingin memperjelas saja sebelum terbit berita hanya ingin konfirmasi buat kepentingan publikasi jangan sampai salah tulis sekali lagi mohon maaf kalau chat kami kurang pas dibaca.

Setelah dilayangkan chat ini ke Dirut PT RAPP Mulia Naulia, beliau menjawab singkat sekali.

Kawasan buffer zone TNTN kata warga dan Kades Airhitam  yang tak terdapat hutan alam lagi berganti ditanam HTI Casia carva oleh PT RAPP sudah dipanen dua kali dan stop saat ini dibiarkan tumbuh besar. (azf)

 

"Silahkan hub Corp Com Media kami pak Budi..thks," tutup Dirut PT RAPP Mulia Naulian singkat.

Sementara Tim Investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman mendapatkan hasil investigasi lapangan ini akan berkoordinasi dengan LSM Internasional Green Peace, dan mengantarkan data temuan ini ke Tim Satgas PKH di Kejati Riau. (azf)


Baca Juga