Pemerintah Harus Tinjau Kembali Kapasitas Industri PT RAPP

Tesso Nilo, Detak Indonesia--Pemerintah harus meninjau kembali menaikkan kapasitas industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) dari 3,15 juta ton per tahun ke 5,8 juta ton per tahun.

Hal ini berkonsekuensi aktivitas pembukaan wilayah baru kawasan hutan. Terpantau PT RAPP masih menggunakan kayu alam yang bersumber di hutan NKT (Nilai konservasi Tinggi) bahkan dari kawasan gambut, konsesi di kalimantan utara.

Demikian dijelaskan Ketua LSM Tropika Riau, Harijal Jalil, Sabtu (2/8/2025) menyusul kian sempitnya lahan bertani bagi petani mandiri di Indonesia, khusus petani kebun di dekat kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Pelalawan, Riau. Di Pelalawan lahan konsesi perusahaan lebih luas dari pada luas Desa Airhitam dan Desa Lubuk Kembang Bungo di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan Riau.

Menurut Harijal, menjauhkan Indonesia dari prinsip dan visi ekologis atas komitmen pembangunan yang berwawasan lingkungan dalam menata kawasan hutan yang tersisa (nature forest management).

Menaikkan kapasitas industri RAPP ini, maka secara terbuka APRIL telah mengumumkan melanggar komitmen nol-deforestasi.

Maka Pemerintah RI harus meninjau kembali menaikan kapasitas industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dari 3,15 juta ton per tahun ke 5,8 juta ton per tahun. (azf)


Baca Juga