Bandung, Detak Indonesia--Ketua Komunitas Bandung Cancer Society (BSC), Ibu Yanti Setiawadi, meminta penderita kanker dimanapun berada, agar saling mendukung dan mendoakan.
Doa, adalah sarana efektif untuk saling menguatkan diantara penderita. Sehingga mampu melewati masa masa sulit dan tetap optimis untuk kesembuhan.
Demikian disampaikan Ibu Yanti Setiawadi selaku Ketua Komunitas Bandung Cancer Society (BCS) yang juga selaku pendiri Rumah Singgah Kasih (RSK) dimana saat ini usia RSK merayakan hari jadinya yang X, dirayakan secara sederhana di Sultan Agung Resto, Bandung Selasa (5/8/2025) sore.
Hari ini usia Rumah Singgah Kasih genap 10 tahun, didirikan oleh komunitas BCS.
Sedangkan Bandung Cancer Society, dibangun oleh komunitas para penderita kanker dengan kesepakatan bersama mendirikan rumah singgah tersebut.
"Kita mengucap syukur kepada Tuhan, sebab tidak ada yang menyangka RSK yang kita bangun dari kebersamaan itu, masih beraktivitas sebagaimana mestinya hingga saat ini. RSK yang kita bangun bersama ini, bahkan beberapa diantara pendirinya telah mendahului kita. Untuk itu dalam kesempatan berbahagia ini kita tetap komitmen untuk saling bahu membahu memperjuangkan agar Rumah Singgah Kasih tetap berdiri dan mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat penderita kanker. Mari terus mengulurkan tangan demi kelangsungan RSK ini. Sehingga RSK akan tetap ada bahkan sampai kapanpun jua," pinta Ibu Yanti semangat.


Herry, selaku pengelola Rumah Singgah "Kasih" menambahkan, keberadaan rumah singgah terbukti dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Terutama pasien yang datang dari luar Kota Bandung yang harus berobat atau menjalani tindakan di RSHS Bandung ini.
"Saya selaku pengelola RSK mengucapkan terimakasih kepada jajaran pengurus BCS karena dengan kehadiran Rumah Singgah Kasih ini dapat memberikan tempat tinggal sementara bagi pasien selama berobat di Bandung ini. Dan berharap rumah singgah ini tetap eksis untuk memberikan pertolongan bagi pasien yang akan berobat di RSHS, maupun juga di rumah sakit lainnya yang ada di Bandung Jawa Barat ini," pinta Herry.
Umumnya penanganan penyakit kanker penyembuhannya butuh proses relatif lama.
"Akibatnya sangat menyita tenaga, waktu dan energi. Seperti untuk
tindakan sinar, atau cemoteraphy, ablasi, dan berbagai jenis tindakan penyakit kanker lainnya," sebut Herry lagi.
Pak Dana (68) asal Sumedang menderita penyakit Kanker Nasoparing di lehernya. Kepada Detak Indonesia mengaku sangat terbantu adanya Rumah Singgah Kasih yang lokasinya juga cukup dekat dengan RSHS Bandung.
.jpg)
Hal yang sama juga diakui Fatimah (31), asal Medan Sumut. Ia mengaku jika bukan dibantu oleh keberadaan rumah singgah, barangkali ia tidak bisa berobat di RSHS Bandung.
"Sebab jika harus menginap di hotel maupun di wisma pasti tidak dapat sanggup berobat di Bandung. Sehingga adanya rumah singgah Kasih ini sangat membantu kita menjalani Ablasi tiroit di RSHS Bandung ini," aku ibu dua anak ini.
"Kami doakan Ibu Yanti dan jajaran pengurus serta para donatur, senantiasa sehat dan panjang umur. Tuhanlah yang membalas segala kebaikan dan pengorbanan Ibuk- bapak semuanya," ucap Fatimah haru.(nes)