Sei Akar, Detak Indonesia--Terkait proyek Preservasi Jalan Sei Akar-Bagan Jaya-Tembilahan 2025 hasil tinjauan tim investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Jumat 8 Agustus 2025 jauh dari kata bermutu pekerjaannya masih terdapat jalan rusak berlubang di sana sini. Sementara badan jalan yang ditambal sulam sedikit, dana besar mencapai sekitar Rp2,5 miliar lebih.
Kemudian badan jalan bergelombang. Bahu jalan kiri-kanan tumbuh rumput liar semak tak ditabur batu pecah. Jadi pertanyaannya apanya yang dipreservasi dirawat dengan dana besar lebih Rp2,5 miliar?


Perawatan bahu jalan sebagian diberi batu pecah sebagian dibiarkan tumbuh rumput padahal hampir tiap saat dapat dana pemeliharaan jalan ini.
Menurut Tim Investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman, yang investasi ke lapangan Jumat siang (8/8/2025), Preservasi Jalan adalah kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai. Namun Rahman mempertanyakan objek jalan yang diperbaiki sedikit, namun dananya besar mencapai Rp2,5 miliar lebih. Ampun! Rahman mendesak penyidik Kejati Riau segera selidiki dugaan korupsi proyek ini. Aktivis DPP TOPAN RI ini juga akan melaporkan melayangkan surat resmi ke KPK RI di Jakarta.
Proyek ini dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau berkantor di Jalan Sekolah No.41 Kubangjaya Siakhulu, Kampar Riau.
Nomor kontrak HK 0201/Bb23 Wil 2.R4/01/2025. Tanggal kontrak 24 Maret 2025. Nilai kontrak Rp2.568.561..000,00. Paket Pekerjaan: Preservasi Jalan Sei Akar-Baganjaya-Tembilahan. Masa pelaksanaan 283 hari kalender. Lokasi pekerjaan Kabupaten Indragiri Hilir. Penyedia Jasa: PT Nagamas Mitra Usaha. Konsultan Pengawas: PT Diantama Rekanusa (KSO) PT Cipta Strada. Sumber dana APBN, tahun anggaran 2025.
Terpisah, kontraktor yang mengerjakan proyek ini Sutopo yang dikonfirmasi Jumat (8/8/2025) menjelaskan bahwa
dengan uang 2,5m tdk cukup memperbaiki semua, dipilih jln yg proritas yg di perbaiki, demikian tulis Sutopo singkat. (azf)