Pelayanan di Kedokteran Nuklir RSHS Bandung, A plus

Bandung, Detak Indonesia--Pelayanan terhadap pasien di Kedokteran Nuklir RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, dirasakan cukup memuaskan.

Bentuk pelayanan yang diberikan sangat familiar. Tidak ditemukan kata yang janggal terhadap pasien apalagi kalimat yang membebani pikiran.

Semua persoalan kelihatannya mudah diselesaikan.

Para pelayan, dan petugas mulai dari pintu masuk saja, hingga layanan admission di counter yang ada semuanya berjalan lancar.

Demikian juga perawat, hingga para dokter yang melakukan pemeriksaan juga cukup familiar. Serasa bagaikan hubungan keluarga antara anak dan orangtua, nyaman dan menyenangkan.

"Saya sangat senang atas semua pelayanan yang diberikan. Mulai dari pengecekan awal, hingga masalah  penyakit yang kita alami, semua dijelaskan dengan baik.

 

Demikian juga hasil pemeriksaan akhir, semuanya dipaparkan dengan gamblang dan mudah dipahami.

Akhirnya sampai kita pulang dari rumah sakit rasanya bebanpun jadi enteng.

Demikian diungkapkan Elfridah asal Riau, sebelum meninggalkan rumah sakit tersebut, menuju Pekanbaru, Jumat, (9/8/2025).

Hal yang sama juga diakui Ibu Ici (53), asal Indramayu.

Dua pasien tersebut kepada Detak Indonesia mengakui, pelayanan yang diberikan di rumah sakit itu begitu mengesankan, ungkap kedua Ibu ini setelah dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke kota asalnya masing masing.

Ici mengaku, Ia menderita penyakit kanker servic sejak setahun lalu. Demikian juga Elfidah juga menderita tiroit di leher itu. Ici harus  menjalani sinar hingga 25 kali, sementara Ibu Elfidah hanya menjalani 2 kali Ablasi.

 

"Semuanya terasa mudah dilalui, karena faktor pelayanan itu, "aku Ici senada dengan Elfidah.

Yusran, suami Ici juga mengakui kalau  pelayanan di Kedokteran Nuklir RSHS itu nyaris tidak ada yang perlu diprotes atau dicela. Karena semuanya berjalan natural dan penuh kekeluargaan, "kata Yusran.

Sementara pasien lainnya yang tidak bersedia namanya dipublikasikan mengatakan, baru saja kita kenal dokternya, tapi kesannya langsung akrab.

"Kalau pasien berhak memberi penilaian atas pelayanan perawat, dan dokter disana, maka selayaknya mereka diberikan nilai A plus," ujar pasien ini lagi. (nes)


Baca Juga