Cipangkiri Hilir, Detak Indonesia--Aksi perambahan hutan dan eksploitasi kayu log (balak) dijadikan kayu gergajian masih marak terjadi di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Riau.
Hal ini masih berlangsung di beberapa desa antara lain Desa Cipangkiri Hilir dan Hulu, Desa Cipangkanan, Desa Tibawan sekitarnya. Kawasan hutan yang dibabat adalah hutan produksi terbatas (HPT) Bukit Mengkudu dekat kebun kelapa sawit PT SRS di Desa Cipangkiri Hilir, dann hutan lindung di Desa Cipangkanan dan Tibawan.
Oknum warga tempatan masih saja menjadi algojo pekerja kayu ilegal yang membabat hutan dengan membawa gergaji rantai (chainsaw) ke dalam hutan. Lalu kayu log di tengah hutan ditumbang digergaji mesin menjadi kayu gergajian. Dari dalam hutan kayu gergajian dilansir dengan motor khusus yang bisa melansir kayu gergajian dimuar di kiri-kanan motor lalu di letak di pinggir jalan di kampung tersebut.
Pada sore atau malam hari, kayu gergajian itu dimuat ke dalam truk dan diangkut ke luar desa. Temuan tim investigasi truk kayu keluar dari Dusun Budiono di Desa Cipangkiri Hilir Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhuku (Rohul) Riau.


Warga desa memberi info bahwa yang main kayu pemilik kayu adalah Toyip dan anggota baju hijau di desa itu inisial Man. Inisial Man sudah kadung terkenal di kawasan Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rohul Riau ini.
Namun Man yang dimonfirmasi wartawan Kamis (21/8/2025) membantah bahwa dia tidak ada main kayu di lokasi jalan perusahaan PT SRS Desa Cipangkiri Hilir ini.

"Saya tidak ada Pak, ayo coba kita ke lokasi kasih tahu siapa yang bilang itu tunjukkan ke saya," kata anggota baju hijau inisial Man yang dikonfirmasi wartawan Kamis siang (21/8/2025).(azf)