Pembvnuh Wanita Pemilik Kios di Pajak Buah Berastagi Ditangkap di Samosir

Berastagi, Detak Indonesia--Unit Reserse Kriminal (Unit Reskrim) Polsek Berastagi berhasil menangkap pelaku utama pembunuhan terhadap Lina Aprina br Simanjuntak (48), yang tewas setelah dit!kam sebanyak tujuh kali di bagian perut, punggung, dan bahu. Pelaku diamankan dari tempat persembunyiannya di Samosir, dan langsung diboyong ke Polsek Berastagi, guna penyelidikan lebih lanjut, Rabu (27/8/2025).

Informasi diperoleh Detak Indonesia.co.id dari Polsek Berastagi, pelaku diketahui seorang laki-laki berinisial S, bermarga Siboro (27), warga Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. 

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu malam 24 Agustus 2025, di dalam kios deretan Pasar Buah, Jalan Kantor Camat, Komplek Pajak Buah, Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. 

Korban diketahui merupakan warga Gang Flamboyan, Desa Jarang Uda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Berastagi AKP Mastergun Surbakti mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan belum memberikan keterangan lebih lanjut.

"Sabar dulu ya, kami masih membawa barang bukti ke Polda Sumut. Besok akan kita rilis resmi di Polres Tanah Karo,” ujar AKP Mastergun Surbakti.

 

Belum Diungkap Motif Pembvnuhan

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap motif di balik pembvnuhan tersebut. Namun, penelusuran sementara mengarah pada faktor ekonomi sebagai pemicu utama.

Pelaku Pernah Bekerja di Simpang Empat, Kabupaten Karo. Informasi dihimpun lainnya, pelaku sebelumnya sempat bekerja di sebuah usaha pencucian wartel di Kecamatan Simpang Empat sekitar lima tahun lalu. Ia kemudian kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Palipi.

Dua minggu sebelum kejadian, pelaku kembali ke Kabupaten Karo untuk mencari pekerjaan dan menumpang tinggal di rumah temannya di Gang Sibayak, Desa Rumah, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. 

Himpitan Ekonomi Diduga Jadi Motif

Berdasarkan informasi awal, pelaku tengah menghadapi tekanan ekonomi berat. Anak pertamanya sedang sakit dan sang istri tengah hamil besar.

Frustrasi menghadapi desakan ekonomi keluarga, pelaku diduga nekat melakukan percobaan perampokan yang berujung pada pembunuhan tragis tersebut. (stm)


Baca Juga