Pompa Irigasi Rp8,2 M di Inhu Riau Tak Berfungsi, Sawah Petani Terancam Gagal Panen

Kelayang, Detak Indonesia--Hampir 200 hektare persawahan tadah hujan petani di Desa Terus Sejuah dan Dusun Tua Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu Riau terancam gagal panen, karena mengalami kekeringan ekstrem sejak tiga bulan terakhir.

Dari peninjauan wartawan ke lokasi pompa irigasi yang dibangun oleh kontraktor Kementerian PU tahun anggaran 2024 lalu itu senilai Rp8,2 miliar, hingga Agustus 2025 ini air dari pompa irigasi yang menyedot air Sungai Indragiri itu tak dapat berfungsi dengan baik. Empat mata pompa pengisap di dasar Sungai Indragiri tak dapat mengisap air Sungai Indragiri yang dangkal.

Kiri Kades Terus Sejuah Kecamatan Kelayang Inhu Riau Afrizon, kanan Ketua Kelompok Tani Makmur Karya Bersama Suryadi. (azf)

Hal ini diakui Ketua Kelompok Tani Makmur Karya Bersama Desa Terus Sejuah Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Suryadi diwawancara media ini Kamis petang (28/8/2025). Hal ini dibenarkan Kades Terus Sejuah Afrizon. Menurut Afrizon, dulu pernah pompa irigasi ini dapat hidup sebentar. Sementara kata Ketua Poktan Suryadi walaupun pompa air dapat hidup mengalir ke saluran primer, sekunder, dan tersier, namun air tak sampai ke lokasi sawah yang paling ujung. Ada pula saluran terbuat dari beton bocor-bocor dan perlu diperbaiki segera.

Saluran irigasi tak berfungsi, air tak bisa dialirkan ke sawah-sawah karena pompa tak menjangkau air Sungai Indragiri yang surut di musim panas ini. (azf)

 

Usai dikerjakan tahun anggaran 2024 lalu, pihak Kades Terus Sejuah Afrizon tak mau menandatangani surat yang disodorkan kontraktor bahwa proyek telah dibangun. Alasan Kades Afrizon tak menandatangani karena pompa irigasi tak berfungsi dengan baik, mesin tak bisa memompa air Sungai Indragiri ke sawah-sawah petani sejak Desember 2024 sampai Agustus 2025 ini. Afrizon berharap Kementerian PU membangun sejumlah pompa Isap darurat dekat sawah warga menggunakan listrik tenaga surya. Ini agar dapat memompa air tanah ke sawah-sawah petani yang alami kekeringan saat ini.

"Saya berharap pihak Dinas PU agar segera mengatasi masalah ini. Kebocoran konstruksi saluran primer, sekunder, dan tersiar agar segera ditambal dengan semen beton agar air tak bocor sehingga air bisa sampai ke sawah. Tuntaskan juga agar air yang selama ini hanya sampai pertengah sawah saja, tapi air bisa disuplai sampai ke ujung persawahan petani," harap Suryadi pula.

Lebih kurang 200 ha sawah tadah hujan terancam kekeringan karena pompa irigasi tak berfungsi tak mendapat suplai air melalui saluran irigasi yang dibangun tahun anggaran 2024.

Problem di Kabupaten Indragiri Hulu Riau ini setelah dilakukan investigasi terdapat banyak masalah yang perlu diatasi pemerintah bersama masyarakat. Misalnya di Sungai Lala, Morong, Plambayan, Dusun Tua, Bungkal Malang seluas 1.130 hektare lahan plasma masyarakat bekerjasama dulu dengan PT Kharisma kata warga dijual oknum PT Kharisma ke perusahaan Perkebunan milik BUMN akhirnya didemo warga akhirnya kembali lagi kebunnya ke masyarakat, dipanen masing-masing oleh masyarakat. Lahan ini kata warga lagi berada di dalam konsesi HTI PT RAPP. Lahan sudah diukur kembali akan diserahkan kepada masyarakat karena sudah ada tanaman sawit berumur kurang lebih 15 tahun. Tandan Buah Segar (TBS) dijual warga ke PT SIR.

Proyek Irigasi di Desa Teluk Sejuah bangunan irigasi tak berfungsi usai dibangun 2024 lalu senilai Rp8,2 miliar. Persawahan kering. Kontraktor dari Bagan batu, Rohil, Riau. Kontraktor kata warga kabur. Pekerja tak dibayar. Sekarang jalan utama Sungai Lala dan Bongkal Malang Kecamatan Kelayang ini sedang dilakukan semenisasi kelas I sementara jalan kelas III, akan dibeton sepanjang 1 km dengan dana sekitar Rp10,4 miliar.

Truk-truk batubara PT Global, over muatan merusak jalan Sungai Lala Airmolek sampai ke Bongkal Malang, saat ini akan dibangun jalan beton kelas I senilai Rp10,4 miliar lebih (azf)

Badan jalan ini rusak berat karena dilintasi truk-truk batubara PT Global dan truk-truk CPO. Warga pernah demo di simpang Batu Gajah dekat Kantor PT Global memprotes kerusakan jalan oleh truk-truk batu bara yang over muatan. (azf)


Baca Juga