Anggota DPRD Rohul Banyak Tak Hadir Rapat Paripurna, Masih Layakkah Mewakili Suara Masyarakat ?

Pasir Pengaraian, Detak Indonesia-- Dari 45 anggota DPRD Rohul, Provinsi Riau 32 anggota DPRD Rohul tidak hadir dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan ketiga dan pembukaan masa persidangan kesatu tahun 2025 yang dijadwalkan pada Jumat 29 Agustus 2025.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rokanhulu yang mestinya mewakili rakyat untuk mengawasi kebijakan dan program pemerintah daerah serta menjadi corong bagi aspirasi masyarakat khususnya masyarakat Rokanhulu kini seakan akan lupa dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Dalam beberapa agenda rapat paripurna di Gedung DPRD Rohul terlihat banyak anggota DPRD Rohul yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Yang lebih miris terjadi pada rapat paripurna yang dijadwalkan Jumat 29 Agustus 2025 yang lalu. Dari sebanyak 45 anggota DPRD Rohul hanya 13 anggota DPRD yang hadir dan 32 sisanya tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut.

Bahkan Ketua DPRD Rohul Sumiartini yang seharusnya menjadi contoh dan panutan bagi anggota DPRD Rohul juga tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut.

 

Adapun nama nama anggota DPRD Rohul yang tidak hadir dalam rapat paripurna 29 Agustus yang lalu adalah: Sumiartini (PDIP), Jhon Kanedy (Gerindra), Fachrizon (PDIP), Susaroni (PDIP), Irwandi (PDIP), Rizky Achmadi Putra (Demokrat), Muhammad Sofian (Gerindra), Iwan Wahyudi (Gerindra), Muhammad Ilham (Gerindra), Faizul (Gerindra), Porkot Lubis (Gerindra), Nono Patria Pratama (Golkar), Sindi Utari Sianipar (PDIP), Daulat Sinaga (PDIP), Romi Marsuha Damanik (PDIP), Harde Yanto (Demokrat), Winarto (Demokrat), Mukhlizar (Demokrat), Hermanto (Demokrat), Nindu Adi Prasetyo (Demokrat), Syahroni (Demokrat), Karneng Dimara Lubis (Demokrat), Dedek Hendro (Golkar), Andrizal (PAN), Patuan Chandra HRP (PAN), Joko Hardianto (PAN), Ayatullah Kumaini (PAN), Haliman (Nasdem), Saipul Adnan (Nasdem), Piktoria (Nasdem), Alex Pebrima (PKB), Emon Casmon (PKB), Guntur Simarmata (PSI), Willy Aspra (Hanura).

Hal ini menimbulkan kekecewaan masyarakat terhadap DPRD Rohul dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja anggota DPRD Rohul yang terkesan pemalas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.(ary)


Baca Juga