Proyek Balai BWSS III Sering Disorot di Riau, Namun Tak Tersentuh Hukum

Pekanbaru, Detak Indonesia--Massa dari Forum Antipati melaksanakan aksi unjukrasa ke Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera III Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Pekanbaru, Riau, Rabu siang, 3 September 2025.

Massa mahasiswa dari Forum Antipati itu protes Proyek Pengaman Tebing Sungai Kampar Riau, retak-retak di beberapa titik.

Menurut Koordinator Umum Forum Antipati M Sopian dan Koordinator Lapangannya M Zhabran, sehubungan dengan adanya kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Riau dengan pagu anggaran 18.4 miliar, maka kami menduga kegiatan tersebut tidak sesuai spek dan adanya mark up di kegiatan tersebut karena banyak kerusakan yang kami temui di lapangan.

Adapun Pernyataan Sikap:

1. Meminta Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra III memblacklist PT Pulau Bintan Bestari karena diduga kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Riau tidak sesuai spek dan adanya dugaan mark up.

2. Meminta Kepala BWSS III mengevaluasi pejabat di BWSS III karena diduga adanya kongkalikong antara pejabat BWSS III dengan rekanan PT Pulau Bintan Bestari di kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar, karena diduga tidak sesuai spek dibuktikan banyaknya kerusakan di lokasi.

 

3. Meminta Kejati Riau Periksa PPK dan KPA di kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar, karena diduga adanya kongkalingkong dengan rekanan PT Pulau Bintan Bestari dibuktikan adanya temuan kerusakan di lokasi kegiatan.

4. Meminta Kejati Riau Periksa PT Pulau Bintan Bestari karena diduga pengerjaan di kegiatan Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa dan Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar karna diduga tidak sesuai spek. Aksi demo berjalan tertib dan damai.

BWSS III di Pekanbaru ini sering disorot baik LSM, masyarakat, media, karena beberapa proyek yang dikerjakan ada yang tak beres. Salah satunya pompa banjir di Parit Belanda dekat Sungai Siak Rumbai Pekanbaru beberapa waktu lalu pekerjaan terbengkalai, material proyek bertaburan di lapangan, pekerja dipulangkan. Namun kasus ini tak pernah tersentuh hukum.

Terkait pengairan juga proyek Pompa Irigasi di Desa Teluk Sejuah di Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri hulu, Riau tahun 2024 senilai Rp8,2 miliar tak berfungsi. Pompa tak bisa dioperasikan tak bisa mengisap air dari Sungai Indragiri karena debit sungai dangkal. Akibatnya sekitar 200 ha sawah tadah hujan kekeringan dan terancam gagal panen. (azf)


Baca Juga