Bengkalis, Detak Indonesia--Menyikapi hasil Pansus V DPRD Kabupaten Bengkalis Riau dalam mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 3/2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah bersama sejumlah OPD terkait, di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (23/9/2025).
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Kabupaten Bengkalis (GEKRAFS BENGKALIS) menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana dimasukkannya Bidang Ekonomi Kreatif dalam struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru.
Hal ini tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh Pelaku Industri Kreatif di Kabupaten Bengkalis.
Ekonomi kreatif telah terbukti menjadi motor penggerak baru yang mampu membuka lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat identitas budaya lokal terutama dalam mendukung Program Strategis Bupati Bengkalis yakni "menjadikan pulau bengkalis sebagai pusat tamadun Islam".
Keterkaitan program ini sangat erat sekali mengingat Pusat Tamadun Islam dan industri kreatif terletak pada upaya bersama untuk melestarikan dan memajukan warisan budaya serta nilai-nilai Islam dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi ekonomi modern.
Industri kreatif dan Tamadun Islam saling mendukung dalam kerangka nilai dan konsep pembangunan serta menjadi sarana untuk melestarikan dan mengaktualisasikan warisan Islam seperti kaligrafi, arsitektur, dan sastra dalam bentuk yang relevan untuk era modern, misalnya melalui desain komunikasi visual, film, atau fashion bernuansa Islami.
Erik Maunanta, selaku Ketua Gekrafs Bengkalis mengatakan, "Langkah ini merupakan langkah strategis dan progresif dari Pemerintah Daerah untuk memperkuat peran sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Bengkalis," ujar Erik.
Erik menambahkan, dengan adanya bidang khusus yang menangani Ekraf di tingkat OPD, kami berharap pembinaan, fasilitasi, serta kebijakan-kebijakan pendukung dapat lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Kami percaya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, dan seluruh elemen masyarakat akan mampu menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Erik. (Devon/rls)