1.700 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Kosong Ditemukan Dipasok dari Sumbar ke Riau

Seberida Inhu, Detak Indonesia--Sebanyak 1.700 buah tabung kosong Gas Elpiji 3 kg subsidi masyarakat miskin, kepergok dipasok dari Kota Padang-Sumbar ke wilayah Seberida Inhu Riau diangkut satu truk Colt Diesel Sabtu (11/10/2025).

Cukup aneh tabung gas Elpiji kosong subsidi ukuran 3 kg yang seharusnya diangkut truk khusus di bawah Pengawasan Pertamina, kali ini diangkut truk biasa lepas dari pengawasan Pertamina.

Tim investigasi DPD TOPAN RI Rahman bersama sejumlah awak media memergoki sebuah truk dari Padang Sumbar nopol BA 9064 LO sedang bongkar tabung gas kosong tersebut di belakang ruko tersembunyi di jalan lintas timur Sumatera tepatnya di Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Riau.

Orang yang memasok dari Kota Padang, Sumbar, bernana Edo membenarkan 1.700 tabung gas elpiji 3 kg kosong ini miliknya dibeli di Jakarta dulunya ada surat-suratnya. Tapi apa tujuan tabung gas kosong itu dikirim ke Riau tak dijelaskannya.

Truk Colt diesel dari Padang Sumbar BA 9064 LO pasok tabung gas elpiji subsidi 3 kg ke Seberida Inhu, Riau Sabtu (11/10/2025). (azf)

 

Penerima 1.700 buah tabung gas elpiji 3 kg kosong di ruko Seberida Inhu Riau ini adalah Sulastri. Dia juga tak mau menjelaskan apa tujuan tabung gas kosong itu disembunyikan dimasukkan dari belakang rukonya. Padahal Ibu Sulastri ini bukan Pangkalan Elpiji 3 kg.

Supir truk dari Kota Padang ini mengaku tak tahu menahu apa tujuan tabung gas kosong itu di bawa ke wilayah Riau ini. Supir mengaku hanya menerima upah dari orang di Kota Padang.

Dari pengumpulan informasi yang berhasil dihimpun, memang ada permintaan gas elpiji subsidi 3 kg yang cukup besar dibutuhkan di wilayah Sumbar. Sebelumnya didapat permintaan di Riau untuk diseludupkan ke Sumbar diperlukan sekitar 2.000 tabung gas elpiji 3 kg yang sudah diisi gas elpiji subsidi akan dibawa ke Sumbar.

Tabung gas kosong disembunyikan di belakang gudang ruko di Seberida, Inhu Riau, Sabtu (11/10/2025). (azf)

Namun salah seorang keluarga pemilik usaha Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Riau menolak permintaan yang tidak prosedural itu. Menurutnya permintaan harus dari Pangkalan resmi berizin. Disesuaikan dengan permintaan warga di RT atau RW di lingkungan Pangkalan Gas Elpiji 3 kg beroperasi. Artinya tidak boleh sembarangan memesan gas elpiji 3 kg bersubsidi. Apalagi tabung gas diisi di Riau lalu dibawa ke Sumbar. Untuk wilayah Riau ya dari Riau dipasok. Untuk wilayah Sumbar maka gas elpiji dari wilayah Sumbar dipasok untuk warganya. (azf)


Baca Juga