Diperkirakan 65 Truk per Hari di Lintas Timur Sumatera Angkut BBM Ilegal ke Riau

Redang Seko-Inhu, Detak Indonesia--Diperkirakan secara kasar, ada sekitar 65 unit truk Colt Diesel per hari di lintas timur Sumatera memasok atau angkut BBM Ilegal masuk wilayah Riau.

Satu truk Colt Diesel ditemukan di kawasan Redang Seko Kabupaten Indragiri Hulu, Riau mengangkut sekitar 14 ton hingga 16 ton biosolar ilegal menggunakan tanki modifikasi terbuat dari flat besi tebal 10 sampai 12 mm di dalam bak truk tertutup terpal. Dibeli dengan harga sekitar Rp8.500 per liter dari pengumpul. Kalkulasinya 14 ton sama dengan 14.000 liter x harga 1 liter bio solar ilegal dari pengumpul Rp8.500 x 65 unit truk = Rp7.735.000.000 (Tujuh miliar tujuh ratus tiga puluh lima juta rupiah) uang melintas dari jalan darat lintas timur Sumatera masuk ke wilayah Riau sehari semalam.

Dipergoki LSM dan awak media saat parkir di kawasan Redang Seko Kabupaten Indragiri Hulu, Riau Senin petang lalu (6/10/2025) seusai supir truk itu makan di kedai nasi, seorang supir mengakui angkut BBM ilegal dari lintas timur Sumatera mau dibawa ke Dumai.

Supir ditanya siapa yang punya BBM ilegal itu, supir menelepon ke jaringannya bernama Charles dan Rudi Purba dia yang punya barang panas itu, kata supir. Menurut info itu adalah oknum wartawan. Belakangan disebut nama Taim seorang oknum baju hijau dari Kabupaten Siak. Supir diajak ke Kantor Polisi Polsek Lirik, tak bersedia.

Tim DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman bersama wartawan menghadap ke aparat di Mapolsek Lirik, Polres Inhu, Polda Riau tapi polisi tak mau bertindak menangkap truk angkut BBM ilegal ini. Pening juga puluhan truk angkut BBM ilegal siang malam melewati sejumlah Mapolsek mulai dari batas Jambi, Selensen Kemuning, Batang Gangsal, Polsek Lirik, Sorek, sampai batas simpang Maredan, lancar-lancar saja melintas. Kemana petugas intelijen masing-masing Polsek?

 

Lantas setelah senja menjelang malam tak mau supir dibawa ke Polsek Lirik, tiba-tiba muncul bak pahlawan yang bernama M Salman Sihombing teman Sanjaya wartawan sekarang tak jelas medianya apa dan ditemani oknum wartawannya Mardianto. M Salman Sihombing melepaskan truk angkut BBM ilegal itu setelah berdebat dengan Sanjaya yang dikenalnya salah satu tim investigasi yang memergoki truk tersebut.

Kasus ini kian viral, selain ada oknum wartawan sebagai pembeking BBM ilegal dari lintas timur Sumatera, ada juga disebut-sebut oknum LSM. Jadi kawasan ini jadi lalu lintas BBM ilegal yang banyak dibekingi oknum wartawan dan oknum LSM. Sementara APH adem ayem. Apakah sudah jelas setoran? Pemain BBM ilegal ini menurut teman-teman media ada yang mengaku wartawan ada yang sudah meninggal dunia inisial Sipay.

Toke BBM ilegal ini ada yang bernama Yuda. Dan banyak pemain BBM ilegal di lintas timur Sumatera ini. Apakah Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan tidak mendapat laporan dari bawahannya di perlintasan tersebut? (tim/azf)


Baca Juga