Kepulauan Meranti Riau Hadapi Masalah Sampah Sangat Serius

Selatpanjang, Detak Indonesia--Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, saat ini sedang menghadapi masalah sampah sangat serius.

Kota yang berada di Pulau Tebing Tinggi di sebelah Pulau Rangsang sangat dekat dari Malaysia, yang hanya sekitar 1 jam berlayar sampailah di  Malaysia itu kini pusing menghadapi sampah yang mencapai 20 ton sampai 30 ton produksinya per hari.

Sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di pinggir jalan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kota Selatpanjang seluas 2 hektare tidak terkelola dengan baik oleh Pemkab Kepulauan Meranti, Riau.

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau AKBP (Purn) H Asmar saat dikonfirmasi Sabtu (8/11/2025) di kediamannya disampaikan ajudannya bahwa Bupati ke Pekanbaru. Sedangkan Wakil Bupati Muzamil Baharudin SM MM, yang dikonfirmasi juga menurut ajudannya sedang tidak berada di kediamannya karena menghadiri acara.

Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Riau ini resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti periode 2025-2030.

 

Pelantikan itu dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh pejabat negara di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Rangkaian prosesi pelantikan kepala daerah serentak yang diikuti sebanyak 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati dan 363 wakil bupati, 85 walikota dan 85 wakil walikota, itu dimulai dari Monas. Kemudian para kepala daerah bergerak menuju Istana Negara untuk mengikuti upacara pelantikan.

Di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara pelantikan. Prabowo juga menyampaikan amanat secara langsung dalam upacara pelantikan tersebut.

Usai dilantik, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar dan Wakil Bupati, Muzamil Baharudin SM MM, memanjatkan syukur atas terlaksananya pelantikan ini.

Asmar-Muzamil menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Meranti atas kepercayaan yang diamanahkan kepadanya, seraya mengajak semua pihak bersatu membangun dan memajukan Kabupaten Kepulauan Meranti.

 

Hampir sembilan bulan dia sudah dilantik, belum nampak Kabupaten Kepulauan Meranti Riau ini bersolek. Masalah Sampah semakin menjadi pelik, Pasar Baru yang dibangun sejak 2015 lalu tak terurus dengan baik banyak kios yang kosong pembeli sepi tak hendak belanja ke Pasar Baru yang sudah rusak fisik di sana-sini tersebut.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah tidak mendapat perhatian serius Pemkab Kepulauan Meranti ini. Petugas TPA Nurkholis yang dikonfirmasi Tim Investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman dan awak media menjelaskan pihaknya kekurangan tiga hingga empat armada truk tronton angkut sampah dan kekurangan alat berat buldozer.

"Truk angkut sampah kurang sekali hanya dua unit, butuh bantuan tiga unit lagi. Juga di TPA ini hanya ada satu ekskavator, satu ekskavator sudah rusak. Kami butuh satu unit alat berat buldozer untuk mendorong sampah ini agar terkumpul membukit ke belakang. Sekarang ini satu ekskavator ini tak maksimal mendorong sampah sampai ke belakang lahan 2 hektare ini," keluh Nurkholis.

Kalau masyarakat melintas di pinggir jalan Kecamatan Tebing Tinggi Barat ini dari Kota Selatpanjang mau ke Mengkikip akan bisa dilihat jelas gunungan sampah di TPA tersebut. Seraya bau busuk juga akan terhirup bagi pelintas batas.(azf)


Baca Juga