Batang Gangsal, Detak Indonesia--Kecelakaan lalu lintas keras terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di titik koordinat 5J72+M5G, Desa Balam Jaya, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 06.55 WIB.
Peristiwa tabrakan adu kambing tersebut melibatkan mobil cold diesel warna kuning nomor polisi BK 8005 GC (09-28) bermuatan pinang yang melaju dari Muara Tungkal menuju Kisaran, Sumatera Utara, dengan sebuah mobil cold diesel/truk nomor polisi BM 8100 GU yang dalam kondisi kosong.
Mobil BK 8005 GC dikemudikan oleh Andika bersama kernek bernama Nataik. Sementara kendaraan BM 8100 GU dikemudikan oleh Dimas bersama seorang rekannya.
Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD Inhil
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, supir BM 8100 GU, Dimas, diduga merupakan anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2024–2029 dari Dimas, daerah pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Kecamatan Keritang dan Kecamatan Kemuning Buono Abadi, dari sebuah partai.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Inhil maupun partai terkait mengenai status dan keterlibatan yang bersangkutan dalam insiden tersebut.

Kronologi Versi Warga
Seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian menuturkan kepada awak media bahwa kendaraan BM 8100 GU melaju kencang dari arah Seberida menuju Selensen.
“Saya dengar dentuman keras sekitar pukul 05.30 sampai 06.00 WIB pagi. Langsung saya keluar rumah. Rupanya tabrakan mobil sama mobil. Yang bak biru itu saya kenal, orang sini, toke penampung buah sawit, namanya Dimas. Dia bawa dua penumpang,” ujar warga tersebut.
Warga juga menyebutkan bahwa mobil BK 8005 GC bermuatan pinang dari Muara Tungkal, Jambi, menuju Kisaran.
“Saya lihat supir bak biru luka parah, kakinya berdarah-darah. Keduanya luka parah bang. Korban sudah dilarikan ke puskesmas dekat jembatan sini,” tutupnya.
Pengakuan kernek
Nataik, kernek dari mobil BK 8005 GC, mengaku terkejut saat insiden terjadi.
“Saya tanya sama Andika, kenapa Dika? Dia bilang, Dia nabrak kita bang, ngantuk dia bang," ujar Nataik kepada awak media, merujuk pada dugaan bahwa supir kendaraan lawan mengantuk saat berkendara.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sekitar pukul 07.00 WIB, anggota Satuan Lalu Lintas dari Kepolisian Negara Republik Indonesia tiba di lokasi dan langsung mengatur arus lalu lintas serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil dokumentasi.

Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang anggota lantas yang mengenakan atribut nama “Kemit” di dada kanan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
“Kita lagi proses penyelidikan bang. Kalau pastinya langsung ke Polres Inhil bang,” ujarnya singkat.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional, mengingat adanya dugaan keterlibatan pejabat publik dalam insiden tersebut.
Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau. (tim)