Pekanbaru, Detak Indonesia-- Ratusan pasien penderita penyakit Tyroit di Riau, berharap agar BPJS dapat menanggulangi biaya tindakan atau pengobatan yang sangat dibutuhkan pasien penderita Tyroit.
Kalau selama ini, para pasien penderita tyroit untuk mendapatkan Ablasi maupun obat tetes pasca ablasi, harus berobat ke luar Sumatera.
Dan pasien asal Riau umumnya berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat.
Walau perobatan itu ditanggung BPJS, namun biaya akomodasi dan transportasi harus ditanggung oleh pasien.
Dengan demikian pasien merasa terbebani berat, jika harus bepergian bolak balik ke Bandung atau ke Jakarta.
Demikian diungkapkan seorang Ibu penderita penyakit tyroit, kepada Detak Indonesia, Selasa siang (24/2/2026) di Pekanbaru.
Ibu muda yang tidak bersedia ditulis namanya mengeluhkan serta berharap agar BPJS dapat mencover pengobatan bagi penderita penyakit tyroit tersebut.

Dikatakan Ibu ini, semua tindakan mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi pengangkatan kelenjar tyroit tersebut, sebelumnya ditanggulangi BPJS. Hingga tindakan Ablasi dan pengadaan obat tetes di RS Hasan Sadikin Bandung.
"Lalu, kenapa di Pekanbaru sendiri belum dapat dilakukan?," tanya Ibu ini penasaran.
Ibu ini mewakili ratusan pasien penderita tyroit di Kota Pekanbaru, Riau menambahkan, ada ratusan penderita tyroit yang terpaksa hilir mudik ke Bandung. Apa bedanya BPJS di Jawa Barat dengan di Riau ini, toh satu kesatuan yang terhimpun dalam kebijakan BPJS secara nasional.
Kalau beberapa tahun lalu belum ada rumah sakit Nuklir berdiri di Riau, saat ini diketahui bahwa RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru telah memiliki sarana dan prasarana lengkap, termasuk dokter spesialis yang menangani pesien tyroit. Dan belakangan juga diketahui, sudah lumayan banyak pasien yang menjalani pengadaan obat tetes, namun belum ditanggung BPJS.
"Saya berharap agar BPJS Cabang Pekanbaru kiranya dapat segera mengakomodir kebutuhan pasien penderita tyroit. Sehingga masyarakat dengan mudah dapat terlayani dengan baik di rumah sakit yang ada di Pekanbaru sendiri," kata Ibu ini berharap.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Muhamad Fakhriza melalui petugas pelayanan, Tenni, kepada Detak Indonesia, mengatakan pihak BPJS dipastikan akan menanggulangi tindakan pengobatan tyroit, asal sudah bekerjasama dengan pihak rumah sakit.
Sementara itu, Customer Care RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, Fany, kepada Detak Indonesia, Selasa (24/2/2026), mengaku pihaknya sudah mengajukan dokumen kerjasama pelayanan kesehatan bidang kenukliran tersebut kepada pihak BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru.
"Kita saat ini dalam posisi menunggu tercapainya kesepakatan tersebut.
Mohon doanya, kiranya harapan tersebut segera terealisasi. Karena sejauh ini sudah banyak pasien yang berharap agar BPJS bersedia menggulanginya, sehingga pasien penderita tyroit dapat terbantu dengan adanya kerjasama dengan BPJS Pekanbaru tersebut," ujar Fany menutup pembicaraan.(nes)