Simpang Empat Tersibuk Dolok Sanggul, Butuh Traffic Light

Dolok Sanggul, Detak Indonesia-- Kesibukan lalulintas pada persimpangan perempatan di pusat Kota Dolok Sanggul, kerab menjadi simpul kemacetan yang terjadi setiap hari.

Kemacetan lalulintas di ibukota Kabupaten Humbang Humbang Hasundutan Sumatera Utara itu, semakin lama kian mengalami  peningkatan dan makin parah.

Kemacetan yang terjadi  sepenuhnya akibat belum tersedianya infrastruktur lalulintas berupa lampu pengatur lalulintas, traffic light.

Kalau selama ini, kemacetan di pusat kota itu hanya berlangsung singkat, belakangan kemacetan terjadi lebih lama, karena semakin bertambahnya jumlah kendaraan serta kurangnya kesadaran dan kesabaran masyarakat dalam berlalulintas.

Semua berlomba untuk mendahului. Akibatnya macet pun tak terhindarkan. Apalagi disaat petugas sedang tidak berada di titik kemacetan tersebut.

Untuk mengatasi persoalan kemacetan ini, banyak pihak berharap agar Pemkab Humbahas segera  membangun lampu pengatur lalulintas di persimpangan itu.

 

Pantauan Detak Indonesia, saat melintas di lokasi itu, awal April baru lalu, menyaksikan betapa semrautnya lalulintas di perempatan tersebut, akibat tidak adanya lampu pengatur lalulintas.

Bahkan adanya kemacetan di perempatan itu, merembes ke tempat lain.

Lokasi atau perempatan itu menjadi titik temu dan titik urai di pusat Kota Dolok Sanggul, yang kian ramai seiring dengan kemajuan pembangunan yang ada.

Apalagi semenjak Dolok Sanggul ditetapkan jadi Ibukota Kabupaten Humbang Hasundutan. Geliat pembangunan itupun secara perlahan mengalami peningkatan.

Adapun simpang empat tersebut yakni titik temu dari arah Pakkat - Dolok Sanggul menuju Tarutung (Jalan Merdeka).

Dan dari arah Jl.Sidikalang - Dolok Sanggul-dengan  Jl.Letkol GA.Simanullang. Selain itu,  persimpangan itu juga menjadi strategis karena posisinya terletak di jantung kota.

Memaksa kawasan itu menjadi salah satu titik tersibuk di ibukota kabupaten yang berhawa sejuk itu.

 

Posma Manullang (43 ). Warga Dolok Sanggul kepada Detak Indonesia saat melintas di jalan tersebut mengungkapkan, pemerintah daerah diharapkan segera membangun lampu lalulintas untuk mengakhiri persoalan kemacetan yang terjadi selama ini.

Disebutkannya, tèrlebih pada hari Jumat, yakni hari pasar di Dolok Sanggul, menjadikan macet jadi pemandangan biasa yang terjadi di perempatan itu.

Untuk itu lanjut warga ini, sebelum lampu pengatur lalulintas  dibangun di sana, petugas Lalulintas baik dari Polantas maupun dari Dishub agar stand by dan sigap di lokasi, guna mengatur serta menertibkan lalulintas.

"Sehingga kemacetan pun dapat diantisipasi atau dicegah," ujarnya.(nes)


Baca Juga