Tembilahan, Detak Indonesia--Pembangunan jalan, atau infrastruktur, merupakan prioritas, karena setiap pembangunan jalan adalah tempat setiap orang untuk beraktivitas di setiap hari. Dari itu, pembangunan jalan suatu proses yang dimulai dari perencanaan fasilitas fisik, yaitu sistem dasar yang akan menunjang perekonomian, dan sosial, juga budaya, semua itu kepentingan umum atau khalayak.
Seperti Jalan Suhada 2 ujung wilayah Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, yang selalu jadi sorotan warga, baik warga setempat maupun yang melewatinya. Jalan tersebut juga menghubungkan tiga desa, yaitu Sungai Raya, Tanjung Siantar, dan Junjangan mengarah ke Kota Tembilahan ibu kota Kabupaten Inhil, Riau.
"Kalau hanya karena banjir, baik air yang meluap dari Sungai Batang Tuaka, maupun genangan air hujan, itu memang faktor alamnya Pak. Tapi yang membuat sangat kesulitan bagi masyarakat, disini ada lubang-lubang yang membuat warga terperosok ketika melewati. Jalan ini sudah sekian lama keadaan begini Pak, kami resah. Jadi ketika air pasang, ini jadi jebakan, karena kita tidak melihat sewaktu berjalan, seperti kendaraan roda dua, selalu kecebur ke lubang," keluh warga kepada wartawan, pada Kamis 9 April 2026.
"Kami berharap kepada dinas terkait, khususnya kepada pemerintahan setempat, baik Kelurahan, Kepala Desa, maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang mereka sudah terpilih, mohon kiranya ada perhatian, tentunya jalan ini jadi sasaran utama," ujar warga.
Selanjutnya Lurah Pekan Arba Rahmad Hadi menyampaikan tanggapan dengan baik, bahwa Jalan Suhada 2, adalah wilayah Kelurahan Pekan Arba, di Tembilahan. Namun pihaknya hanya menangani di bidang Pelayanan Kemasyarakatan dan Teknik Kepegawaian.
"Mengenai jalan itu keadaan begitu sungguh memperihatinkan, namun kami pihak kelurahan, tidak menangani tentang anggaran, karena sekarang ini, kami hanya melayani bidang Kemasyarakatan dan Teknik Kepegawaian, kecuali bila ada anggaran yang memang diserahkan kepada pihak Kelurahan," kata Rahmad Hadi dengan nada ramah.
Berhubung jalan tersebut sering dilewati masyarakat di wilayah Dapil 2 Indragiri Hilir, hal itu ditanggapi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dapil 2, Siska Oktavia.
"Saya belum pernah melewati jalan itu Pak, Namun keluh resah masyarakat kita mengerti. Tapi kalau keadaan sekarang, karena keterbatasan pokok-pokok fikiran, di wilayah kami juga belum bisa terealisasikan. Karena keterbatasan Pokir, yang dahulunya Rp2 miliar, namun sekarang cuma Rp400 juta saja," kata Siska Oktavia.
Di kesempatan itu Yunanto Along, juga dari Dapil 2 menyampaikan tanggapannya.
"Karena wilayah itu adalah di Dapil 1, menurut ketentuan, sesuai untuk wilayah masing-masing, maka setiap wilayah tidak boleh mengalihkan anggaran yang telah ditentukan," ungkapnya.
Ketua Komisi 1 Padli, yang juga anggota DPRD Inhil Dapil 2 menyampaikan mengenai Jalan Suhada 2 Tembilahan, menelan dana sekitar Rp7 miliar, kalau ingin lebih tau angkanya, baik juga dikonfirmasikan kepada dinas terkait," jelasnya.
Selanjutnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Bidang Bina Marga (BM) Andy Hirfandy menyampaikan: "Ya, masih dalam tahap proses Pak, ditunggu saja," terangnya. (rha)