Tembilahan, Detak Indonesia--Badan usaha milik Desa (Bumdes) Sejahtera Mandiri Desa Igal Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, disorot, terkait dugaan dana raib entah kemana, hal tersebut dikatakan waga yang tidak ingin disebut namanya.
"Bumdes Sejahtera Mandiri Berdiri Pada tahun 2017. SK penetapan yang dikeluarkan oleh Kepala Desa lama, pada masanya Iskandar yang unit usahanya adalah Pertama, Suplay Air ke setiap rumah masyarakat, melalui bantuan program Pamsimas, sarana Air bersih yang dialirkan ke warga masyarakat Desa Igal khususnya.
Kedua, Penyediaan Gas LPG ke warga masyarakat Desa Igal,
dan Ketiga, Layanan BRI Link kepada masyarakat yang akan melakukan transaksi pengiriman uang dan Simpan Pinjam kepada warga masyarakat. Namun sejauh Ini hasil keterangan warga masyarakat Desa Igal khususnya unit usaha Bumdes Sejahtera Mandiri tidak berjalan Lagi, sebagaimana yang diharapkan, bahkan selama kurun 3 tahun ini tidak pernah berjalan, demikian ujar Warga, pada Rabu 15 April 2026.
"Keanehan dan kecurigaan masyarakat muncul setelah pihak Pemerintahan Desa ingin melakukan Rapat Terbuka terhadap pengurus yang ada, dan melakukan evaluasi, ingin mengetahui sejauh mana perkembangan Badan usaha milik Desa Igal tersebut, namun tidak ada kejelasan," ungkapnya.
Ketua Bumdes R Afiah ketika dihubungi awak media, baik melalui sambungan telepon maupun whatsapp, untuk diwawancara, namun tidak memberi tanggapan.
Kepala Desa Igal Abu Kakar, ketika dihubungi awak media melalui sambungan telepon ia menyampaikan dana tersebut memang raib tanpa ada kejelasan.
"Sejak saya dilantik menjabat Kepala Desa Igal, sudah pernah mengundang para pihak pengurus untuk melakukan perbaikan dan evaluasi. Walaupun Bumdes Sejahtera Mandiri terbentuk bukan di pemerintahan saya, di masa itu masih Kades terdahulu, namun saya selaku Kades ingin melanjutkan melakukan pembinaan yang terbaik, tapi sampai saat ini belum ada penjelasan secara rinci dari pihak pengurus Bumdes Sejahtera Mandiri," terang Kades.
Lebih lanjut Kades menjelaskan: "Ketika saya mengundang rapat di Kantor Desa, namun pengurus yang hadir hanya beberapa orang saja, sehingga sampai saat Ini saya selaku Kepala Desa belum dapat menyimpulkan, dan mengambil kebijakan terhadap unit usaha yang dijalankan oleh Pengurus Bumdes Sejahtera Mandiri itu," lanjut Kades.
"Beberapa waktu lalu kami dari pihak Pemerintahan Desa juga pernah konsultasi ke pihak Pendamping Bumdes, untuk menyampaikan langkah dan kebijakan yang harus dijalankan berdasarkan ketentuan dan aturan dari pemerintah, namun semua yang kami tanyakan dijawab oleh pendamping, dilanjutkan saja jika pengurus Bumdes masih aktif, dari hasil petunjuk pihak pendamping Bumdes Kecamatan dan Kabupaten Indragiri Hilir," kata Kades.
"Di sini saya akan sampaikan, untuk melanjutkan program pemerintah pusat melalui Ketahanan Pangan ada dana Transfer Desa ke Bumdes Sebesar 40 persen dari Rp236.000.000 dari kas Desa berjumlah Rp92. 000.000. Penyertaan Modal kegiatan Ketahanan Pangan dan lahan juga sudah kami siapkan, namun sampai dengan saat Ini juga belum dilaksanakan oleh Bumdes sejahtra Mandiri, inilah yang menjadi polemik di masyarakat Desa Igal. Dalam benak saya bertanya tanya, memang ada apa dengan Bumdesnya?" jelasnya.
"Tambah lagi dengan kondisi saat ini yang efisiensi anggaran yang terbatas. Saya selaku. Kades Menjadi, bengong," keluh Kades.
"Dengan hasil wawancaranya kita, semua yang tertulis oleh wartawan, mengenai dana Rp480 juta raib tanpa ada kejelasan, memang iya adanya," Kades mengiyakan. (rha/yop/tim)