Pasir pengaraian, Detak Indonesia — Aliansi Mahasiswa Pergerakan Arus Bawah menggelar aksi unjuk rasa di Kejari Rohul Riau pada Jumat 24 April 2026 sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyelewengan dan praktik monopoli Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Aksi yang berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan, Maulana Husein. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa dugaan praktik kotor dalam pengelolaan dana BOS telah mencederai dunia pendidikan dan merugikan masyarakat luas.
Mahasiswa menilai bahwa dana BOS yang seharusnya digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan justeru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu.
Selain itu, muncul indikasi adanya praktik monopoli dalam pengadaan barang dan jasa yang mengarah pada bisnis gelap yang terstruktur.
“Kami melihat ada kejanggalan serius dalam pengelolaan dana BOS di Rokan Hulu, Riau. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada dugaan penyalahgunaan wewenang yang sistematis,” tegas Maulana Husein dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak pihak Kejaksaan Negeri untuk segera melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas dugaan kasus ini secara transparan dan tanpa tebang pilih.
Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum demi menjaga integritas dunia pendidikan.
Aliansi Mahasiswa Pergerakan Arus Bawah juga menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di daerah, sekaligus sebagai kontrol sosial terhadap dugaan praktik korupsi yang merugikan negara.
Di akhir pernyataannya, massa aksi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai benar-benar diusut tuntas. Jika tidak ada langkah konkret dari aparat penegak hukum, kami siap turun kembali dengan gerakan yang lebih besar,” tutup Maulana Husein. (tim)