Warga Desa Penjuru, Kateman, Inhil, Pengrajin Tempurung Kelapa

Kateman, Detak Indonesia--Dengan mengembangkan usaha, inilah yang dikatakan perkembangan  perekonomian, yang merupakan peningkatan potensi, bisa memproduksi bahan, atau barang, dan jasa yang bisa dihasilkan.

Misalnya di setiap wilayah pasti ada pepohonan ataupun tanaman yang dijadikan penghasilan dari masyarakatnya. Berbagai cara pengrajin, dari sisa batang atau buahnya, tentunya bisa diolah sedemikian cara, yang menambah hasil usaha.

Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, para petaninya merupakan mayoritas penghasil Kelapa. Dari dahulu, sampai sekarang turun temurun, sisa dari isi kelapa, katakan yang disebut tempurung akan selalu diolah menjadi arang, inilah yang sampai sekarang menambah hasil dari pengrajin atau para petani.

Setelah melaksanakan rapat di Kantor Desa Penjuru, Pemerintahan Desa (Pemdes) di wawancara awak media.

"Usaha ini sebenarnya, memang dari orang orang terdahulu, yaitu sejak zaman ke zaman, seperti para orang tua kita, sehingga sampailah ke kita, yang seakan mewarisi cara pekerjaannya," ujar Ketua RW 02 Parit Kalimantan Desa Penjuru, Husaini Anwar, yang mewakili para pengrajin kepada wartawan,  pada Kamis 7 Mei 2026.

 

Selanjutnya dia menyebutkan jumlah nama nama para pengrajin

"Di sini saya menyampaikan bahwa warga yang memiliki usaha tersebut adalah Ali, Ismail, Ali Pahur, Ayui, Bambang, Bu Gur, Bus Syam, Tiyar, H Dahlan, Herman, Kang Yono, Nur Ilah, Radi, Juhari, Jaming, Jaki, Rudi Cimung, Safri, Iram, Roni, Pak ijum, Syahrin, Belle Ishak, Yusfik, Dilah, Irwin, dan Nursalim.

"Semoga di antara mereka akan selalu saling menjaga rasa persaudaraan, dan kenyamanan dari suatu lingkungan," kata Husaini Anwar.

Di kesempatan itu Kepala Desa Salehuddin, menyampaikan: "Saya selaku Pemerintahan Desa Penjuru, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, yang bisa membudidayakan hasil alam, selanjutnya kita wajib bersyukur alhamdulillah. Juga saya menegaskan dan mengimbau, serta berharap, setiap kita punya kewajiban hak bekerja, dan mengembangkan usaha, teruslah semangat, namun tetap menjaga lingkungan, sebagaimana kelestarian alam adalah tanggung jawab kita semua," terang Salehuddin. (rha)


Baca Juga