Mensos Minta Kepala Daerah Agar Sediakan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Pekanbaru, Detak Indonesia--Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meminta kepala daerah, baik Gubernur, Bupati, Wali Kota se-Indonesia agar menyediakan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Tahun 2026 ini ditargetkan di seluruh Indonesia pembangunan Sekolah Rakyat sebanyak 300 Sekolah Rakyat.

Hal ini disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat Open House Sekolah Rakyat di Jalan Sekolah  Rumbai Pekanbaru, Minggu (14/6/2026). Kegiatan Sekolah Rakyat 2026 di Pekanbaru akan dimulai Juli 2026. Dan tahun ajaran 2025 lalu sudah berjalan 11 bulan hingga Juni 2026 ini. Tahun ini ada sekitar 450 penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat di Pekanbaru.

Saat ini calon siswa baru tahun ajaran 2026/2027 di Pekanbaru sedang direkrut dan ditempatkan di asrama Jalan Sekolah Rumbai Pekanbaru. Dan rencananya bila Sekolah Rakyat di Kuansing telah selesai pembangunannya, maka siswa rekrutan baru di Pekanbaru akan dikirim dipindahkan ke Kuansing. Sementara gedung baru Sekolah Rakyat di Jalan Sekolah Rumbai Pekanbaru akan segera dibangun 2026 ini.

Menteri yang akrab dipanggil Gus Ipul ini, menegaskan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto diperuntukkan khusus bagi keluarga miskin dan rentan secara sosial ekonomi.

 

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen dan nantinya mampu menampung lebih dari 1.000 siswa.

"Pada akhirnya setiap kabupaten dan kota akan memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Sekolah ini diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, keluarga tidak mampu, yang berada di desil satu dan desil dua," kata Gus Ipul.

Menurutnya, Sekolah Rakyat juga menyasar anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, hingga yang berpotensi putus sekolah.

Gus Ipul menegaskan proses penerimaan siswa harus berjalan transparan tanpa praktik titipan dari pihak manapun.

"Tidak boleh ada jual beli, tidak boleh ada bayar-membayar, tidak boleh ada titipan. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati wali kota tidak boleh titip," tegasnya.

 

Ia menjelaskan siswa yang bisa diterima merupakan mereka yang benar-benar memenuhi kriteria. Prosesnya dilakukan melalui penjangkauan petugas kepada keluarga calon siswa.

"Nanti petugas akan menjangkau, berbicara dengan orang tua. Kalau orang tua setuju, baru ditetapkan kepala daerah dan diteruskan ke kami untuk ditetapkan resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat bekerja dengan empati dan penuh kasih sayang.

"Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya harus bekerja dengan hati, di samping tetap menggunakan pedoman resmi yang sudah diberikan," katanya.

Ia mengaku gembira melihat perkembangan siswa selama 11 bulan proses pembelajaran berlangsung. Menurutnya, banyak perubahan positif yang mulai terlihat.

"Anak-anak sekarang lebih percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat dan punya semangat lebih besar untuk mencapai cita-citanya," ungkapnya.

 

Gus Ipul turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru yang ikut mendukung suksesnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ia juga mengungkapkan Pemprov Riau telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

"Tahun depan Insya Allah dibangun. Tanahnya dari daerah, sementara pembangunan gedungnya dari APBN," pungkasnya.

Dalam acara Open House di Rumbai Pekanbaru ditampilkan kepiawaian siswa berbahasa empat bahasa yakni Inggris, Arab, Jepang, dan Francis. Siswa dari kalangan bawah ini juga tampil membacakan sajak yang membuat undangan meneteskan air mata, termasuk Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman meneteskan air mata.

Mensos juga menampilkan slide/ foto di layar depan, asal muasal siswa, orang tua siswa, dan rumah reot yang menyedihkan dari para siswa ini. Inilah kata Mensos kepedulian Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak ini menjadi generasi emas di masa depan mana tahu nantinya ada yang jadi Presiden, Gubernur, jadi tentara, jadi polisi, ASN, pengusaha, dan sebagainya.

Mensos Gus Ipul juga sempat menanyakan apa cita-cita siswa ini nantinya. Siswa laki-laki ada yang menjawab ingin jadi pengusaha. Sementara siswa perempuan menjawab ingin jadi TNI. (tim/azf)


Baca Juga