Kabanjahe, Detak Indonesia--Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr dr Antonius Ginting SPOG MKes secara resmi menghadiri sekaligus memimpin jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) II Persiapan Pelaksanaan Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung dengan khidmat di Aula Rakoetta Brahmana, Kabanjahe Kantor Bupati Karo, Sumatera Utara, Rabu (08/07/2026).
Rapat koordinasi ini
diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi, mematangkan perencanaan, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan festival akbar tersebut telah dipersiapkan secara matang. Festival Bunga dan Buah yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 Juli 2026 - 1 Agustus 2026 ini ditegaskan bukan sekadar seremonial tahunan belaka, melainkan sebuah agenda strategis daerah yang dirancang untuk mendongkrak sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, sekaligus mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Karo ke kancah nasional maupun internasional.
Dalam arahannya, Bupati Karo menyampaikan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Karo. Kekayaan alam yang memukau, keragaman budaya yang luhur, serta potensi hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah merupakan aset besar yang wajib dikelola dan dipromosikan secara maksimal guna kesejahteraan masyarakat.
"Tahun ini, kita menargetkan penyelenggaraan festival yang jauh lebih baik, lebih meriah, lebih tertib, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberhasilan festival ini tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang, tetapi juga dari meningkatnya transaksi UMKM lokal, bertambahnya lama tinggal (length of stay) para wisatawan, terbukanya peluang investasi baru, serta meningkatnya citra positif Kabupaten Karo di tingkat nasional maupun internasional," ujar Bupati Karo dengan penuh optimisme.
Guna mencapai target besar tersebut, Bupati mengajak seluruh jajaran perangkat daerah, kecamatan, dunia usaha, komunitas, serta elemen masyarakat untuk bersatu padu menjadikan festival ini sebagai tanggung jawab bersama. Beliau menginstruksikan lima poin penting yang harus menjadi perhatian bersama inter-instansi:
1. Setiap Perangkat Daerah agar segera mengambil peran secara aktif sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara jelas, nyata, dan terukur.
2. Para Camat diharapkan mampu bergerak cepat untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, kelompok tani, kelompok bunga, pelaku UMKM, generasi pemuda, dan organisasi kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing.
3. Dukungan penuh dari dunia usaha, sektor perbankan, dan perhotelan sangat diharapkan melalui partisipasi konkret dalam karnaval mobil hias, promosi produk unggulan, sponsorship, maupun keterlibatan dalam kegiatan business matching.
4. Aspek kebersihan, keamanan, ketertiban lalu lintas, pelayanan kesehatan, penataan kawasan, serta keramahan pelayanan kepada wisatawan harus menjadi prioritas utama dan mutlak selama pelaksanaan festival.
5. Promosi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan melalui media cetak, elektronik, media sosial, serta kolaborasi erat dengan berbagai pihak eksternal sehingga gaung Festival Bunga dan Buah ini semakin dikenal luas.
Lebih lanjut, Bupati Karo meminta agar hasil dari rapat koordinasi II hari ini segera ditindaklanjuti secara nyata di lapangan. Beliau menegaskan agar jajarannya tidak mandek pada tahapan pembahasan teori saja, melainkan langsung mewujudkannya dalam aksi nyata dengan target waktu yang jelas dan disiplin.
"Kita harus bekerja cepat, bekerja bersama, dan saling mendukung agar setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera dicarikan solusinya secara bersama-sama," tambahnya.
Menutup bimbingannya, Bupati Karo menyatakan rasa optimisnya bahwa dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang solid dari seluruh pemangku kepentingan, Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo Tahun 2026 mudah-mudahan berlangsung sukses. (stm)