Macet Parah di Jalinsum Pelalawan, LSM HAM Indonesia Desak Kontraktor Kerjakan Proyek Malam Hari

Pangkalan Kerinci, Detak Indonesia – Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 83 Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 14.12 WIB. Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter akibat pekerjaan perbaikan badan jalan yang menggunakan alat berat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan dari dua arah, mulai dari truk angkutan, bus, mobil pribadi hingga sepeda motor, harus mengantre dan bergantian melintas karena sebagian badan jalan ditutup untuk proses pengerjaan. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas bergerak sangat lambat dan dikeluhkan banyak pengguna jalan.

Jalinsum merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Sumatera. Kemacetan berkepanjangan tidak hanya menghambat perjalanan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.

Sejumlah pengguna jalan mempertanyakan pola pelaksanaan proyek yang dilakukan pada jam-jam sibuk tanpa didukung rekayasa lalu lintas yang dinilai maksimal. Mereka berharap pihak pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak pekerjaan terhadap kelancaran arus kendaraan.

Ketua LSM HAM Indonesia Dodi Hutabarat, turut angkat bicara. Ia meminta kontraktor agar mengevaluasi waktu pelaksanaan pekerjaan demi mengurangi dampak kemacetan yang dirasakan masyarakat.

 

"Kami mendukung penuh pembangunan dan perbaikan jalan demi kepentingan masyarakat. Namun pekerjaan yang menggunakan alat berat sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika volume kendaraan jauh lebih rendah. Jangan dikerjakan pada siang hari saat arus lalu lintas sedang padat karena dampaknya sangat merugikan masyarakat," tegas  Dodi Hutabarat.

Selain itu, ia juga mendesak pihak kontraktor dan instansi terkait agar menyiapkan rekayasa lalu lintas yang lebih baik, menempatkan petugas di titik pekerjaan, serta memasang rambu-rambu peringatan secara memadai guna mencegah kemacetan yang lebih parah.

Masyarakat berharap proyek peningkatan infrastruktur tetap berjalan dengan baik, namun pelaksanaannya harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas agar tidak menjadi beban bagi para pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses perbaikan jalan masih berlangsung dan antrean kendaraan di lokasi masih terlihat mengular. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, dan mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di ruas Jalan Lintas Sumatera tersebut. (tim)


Baca Juga