Ditemukan Kayu Log Berserakan di Hutan Rokan Koto Ruang Rohul
Rokan Koto Ruang, Detak Indonesia--Mesin gergaji rantai atau chainsaw terdengar meraung-raung di tengah hutan di pinggir Sungai Rokan, Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, Kamis (17/9/2026).
Hamparan hutan yang sudah gundul ada sekitar 800 hektare nampak dari kejauhan. Sawit muda nampak pula baru ditanam. Dicek status kawasan hutan menggunakan GPS (Global Positioning System) titik sawit ditanam berwarna hijau (kawasan hutan), artinya sawit ditanam di kawasan hutan, bukan di lokasi Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Sebelum masuk lebih jauh ke dalam hutan, tumpukan kayu log (balak) ditemukan disembunyikan di semak-semak. Dan rencananya kata warga akan dihanyutkan di Sungai Rokan Desa Koto Ruang ini. Namun pemilik kayu log ketakutan karena warga kampung sudah heboh dan mengetahui aktivitas penebangan kayu hutan besar-besar tersebut.
Menurut keterangan warga, perusahaan yang membuka hutan untuk ditanami kebun sawit itu adalah PT ANS/Central Group. Apakah benar? Tim investigasi mencoba menelusuri sampai ke tengah hutan yang curam, batu cadas membentang.

Siapa pekerja alat berat, siapa operator ekskavator, menurut warga adalah Pak Sirait kontraktor perusahaan PT Anugerah Niaga Sawindo (PT ANS), perusahaan Medan ini sudah diakuisisi oleh Central Group. Apakah hal ini benar, sebelumnya tim investigasi sudah konfirmasi kepada Direktur Operasional Central Group Mhd Rapii Hrp di Pekanbaru, dia membenarkan bahwa Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT ANS berada di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Rohul, Riau.


Sementara itu sumber anonim di Kanwil BPN Riau menegaskan bahwa PT ANS baru sebatas mengajukan peta bidang tanah (PBT) seluas 1.436,20 ha ke BPN Riau di Desa Rokan Koto Ruang, bukan di Tanjung Medan dan Desa Pemandang. Namun anehnya kata Kepala Desa Tanjung Medan Depi Delvia SPd, PT ANS sudah membuka hutan seluas sekitar 1.200 ha di desanya. Menurut pihak BPN Riau lagi bahwa permohonan PBT PT ANS tidak ditindaklanjuti BPN Riau. Alasannya PT ANS sudah disegel Satgas PKH, sudah diserahkan ke Agrinas, bermasalah dengan masyarakat setempat. Kendati telah disegel Satgas PKH, namun buah sawit masih dipanen oleh perusahaan tersebut. Agrinas entah kemana. Buah sawit keluar pada malam hari sekira pukul 22.00 WIB sampai subuh diangkut okeh truk hingga delapan truk per hari. (azf)