Bengkalis, Detak Indonesia--Dalam upaya pengembangan perpustakaan dan pemberdayaan kegemaran membaca, guna meningkatkan indeks literasi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia serta mendukung dan melaksanakan program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) dengan tujuan "Literasi untuk Kesejahteraan".
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tuan Guru Haji Ahmad Kabupaten Bengkalis, Dr H Suwarto SPd MP Didampingi Sekretaris Dipersip Bengkalis, Anuar SPd, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Hj Yana Susilayeni SE ME Sy, Pustakawan beserta Staf. Pada hari Jum'at (12/11/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, melaksanakan Sosialisasi Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Khusus Mahasiswa dan Guru.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula (Pendopo) kantor Dipersip Bengkalis, Jalan Pertanian, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau (UIR), Dr Iyoyo Dianto SE MSi AK.

Foto bersama dengan para peserta Sosialisasi Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Khusus Mahasiswa dan Guru, di Aula Dipersip Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia, Jum'at (12/11/2021). (TA Devonny/Detak Indonesia.co.id)
Sosialisasi dihadiri sekitar 24 orang, terdiri dari perwakilan Mahasiswa dan Guru yang ada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) yang berlaku.
Jum'at (12/11/2021) sekitar pukul 11.30 WIB, usai memberikan materi Sosialisasi Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Khusus Mahasiswa dan Guru, Iyoyo Dianto, saat dimintai keterangan mengatakan, "Apa yang kita sampaikan ini bisa memicu, terutama kepada adik-adik mahasiswa, kepada guru-guru, dalam rangka untuk menghasilkan karya-karya ilmiah mereka, yang nantinya akan mendukung kompetensi mereka di bidang masing-masing," tutur Iyoyo.
"Cuma ada beberapa hal yang kita lihat, memang kadang-kadang dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, pola-pola, hal-hal seperti ini, sebenarnya jika kita melihat dari Dinas Perpustakaan, ini sudah hal yang maju, karena ada kesinambungan dengan fungsi perpustakaan , paling tidak sebagai narasumber yang menyiapkan bahan-bahan untuk digunakan oleh guru maupun mahasiswa, dalam rangka untuk membuat karya ilmiah mereka," tambah Iyoyo.
"Harapan saya sosialisasi ini hanya sewaktu-waktu, kalau bisa terus dimotivasi, agar bisa memunculkan anak-anak atau karya-karya ilmiah yang bisa digunakan nanti, baik oleh pemerintah atau masyarakat dalam rangka meningkatkan kompetensi mereka di kemudian hari, " ungkap Iyoyo. (devon)