Petani Desa Tumang Siak Mulai Tanam Pinang dan Jagung Hibrida di Lahan APL 2.000 Ha

Siak, Detak Indonesia--Penanaman perdana secara simbolis budidaya tanaman pinang di Desa Tumang Kecamatan Siak Kabupaten Siak Riau di lahan APL seluas 2.000 hektare dimulai oleh Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Departemen Pertanian RI Ir Indah Megawati MP, Kamis (26/5/2022).

Hari ini Jumat (27/5/2022) untuk tahap awal dilanjutkan dengan pembukaan lahan APL Desa Tumang itu seluas 5 hektare dilakukan landclearing (pembersihan lahan) dengan menggunakan tiga alat berat ekskavator. Sementara bibit tanaman pinang sudah dipersiapkan. Selain pinang juga dikembangkan tanaman jagung hibrida di lahan tersebut. Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan dikucurkan segera sebesar Rp150 miliar.

Eksisting lahan 2.000 hektare ini sekarang kondisinya ditumbuhi  berbagai jenis tanaman yang tumbuh liar dan cukup padat seperti jenis Kasia carva, mahang, dan jenis lainnya. Hutan muda ini cukup padat tegakan kayunya.


Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Departemen Pertanian RI, Ir Indah Megawati MP foto bersama dengan Petani Desa Tumang Siak Riau.

Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Departemen Pertanian RI, Ir Indah Megawati MP mengunjungi Desa Tumang Kecamatan Siak Kabupaten Siak Provinsi Riau, Kamis (26/5/2022)

Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Ir Indah Megawati MP dan rombongannya disambut Ketua Kelompok Tani Tumang Jaya Bersama Sutrimo dan sejumlah anggota kelompok taninya. Hadir juga Ketua Koperasi Anugrah Banat Raya Masrur Dimyati (Caklung), Ketua Yayasan Pelopor DR Khairul Anwar, Ketum LSM Perisai Riau selaku Pembina Koperasi Anugrah Banat Raya Desa Tumang Sunardi SH dan Sekjennya Ir Jajuli, Pimpinan BNI Perawang Putera, Pak Nurdin dari KLHK dan rombongan lainnya.

Menurut Direktur Pembiayaan Pertanian DKI RI Ir Indah Megawati MP kehadirannya di Desa Tumang dalam rangka program permodalam kemitraan untuk kelompok tani dan koperasi Desa Tumang ini. Subsidinya subsidi bunga tujuannya untuk kemandirian petani. 

Pembina koperasi Sunardi SH (kiri) menyerahkan bibit pinang kepada Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Ir Indah Megawati MP (kanan) untuk ditanam secara simbolis.

Sesuai usulan Kelompok Tani Tumang Jaya Bersama adalah pengusulan budidaya jagung dan pinang yang akan ditanam di lahan APL Desa Tumang seluas 2.000 hektare.

"Subsidi bunga ini nantinya harus dikembalikan uangnya dengan cara dicicil bunganya sangat rendah sekitar 6 persen dan ada subsidi 3 persen bila selesai pinjamannya. Inilah namanya Kredit Usaha Rakyat (KUR)," kata Ir Indah.

Sejak Menteri Pertanian Prof Syahrul Yasin Limpo bersama Direktorat Pembiayaan ini melaksanakan sosialisasi ke 34 provinsi saat itu punya target Rp50 triliun, bisa tercapai Rp58 triliun dengan kredit macetnya hanya 0,03 persen di 2020 lalu. Namun di 2021 target Rp70 triliun bisa tercapai targetnya Rp85 triliun dengan kredit macetnya 0,06 persen. Sekarang 2022 secara Nasional disediakan Rp373 triliun.

Para petani dengan penuh gembira foto bersama dengan Direktur Pembiayaan Pertanian Jakarta RI Ir Indah Megawati MP di lokasi APL 2.000 ha.

Saat ini Kementerian Pertanian KUR ini akqn naik kelas menjadi program prioritas Kementerian Pertanian. Di mana berbagai program pertanian ada. Mau beli alat berat traktor, pupuk dan sebagainya bisa.

Diharapkan lahan 2.000 hektare ini menjadi lahan food estate. Ir Indah menceritakan saat ke NTT beberapa waktu lalu panen jagungnya awalnya 3, 4 ton per hektare bisa meningkat hasil panennya menjadi 9 ton. Program kemitraan ini dengan offtaker secara klasterisasi supaya pupuk, benih disediakan kapan peteni mau. Petani mau kapan. 

"Mohon ya Ketua Kelompok Tani Pak Sutrimo berkoordinasi dengan perbankan, koperasi secepatnya. Diminta juga pupuk Naga Mas bantu saprotannya untuk pupuknya. Hasil panennya tak telat semua. Hasilnya akan diambil dan sudah pasti pasarnya. Kalau tak pasti pasarnya, ini adalah uang pembiayaan yang tentunya akan dikembalikan lagi uangnya secara cicilan. Offtaker itu artinya yang mengambil hasil panen petani," tambah Ir Indah.

Ir Indah menggambarkan hasil panen 9 ton jagung per hektare dikalikan Rp5.000/kg petani bisa dapat Rp45 juta per hektare. Kemarin itu tak pakai KUR hanya dapat 3 sampai 4 ton dikali Rp5.000/kg didapat sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta. Ada perbedaannya.

"Kami bersama tim inginkan program ini berhasil," tutup Ir Indah sambil mengajak petani mengucapkan serentak dan bersama-sama yel-yel Pertanian, Maju Mandiri Moderen.(azf)


Baca Juga