Kaban Kesbangpol : Pengungsi Afghanistan Sering Unjukrasa Mengganggu Kamtibmas !

Pekanbaru, Detak Indonesia--Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Pekanbaru, Riau, Zoelfahmi Adrian menegaskan bahwa pihaknya sudah sering berjumpa dengan para pengunjukrasa pengungsi Afghanistan di Pekanbaru ini dan sudah mengganggu kamtibmas masyarakat di sini.

Hal ini ditegaskan Kaban Kesbangpol Pekanbaru Zoelfahmi Adrian saat menerima para pengungsi tersebut saat berunjukrasa di depan gerbang pintu masuk Kantor Gubernur Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (14/6/2022).

Kaban Kesbangpol Pekanbaru Zoelfahmi Adrian bertanya kepada perwakilan pengungsi Afghanistan ini apa maunya mereka para pengungsi ini. Pengungsi ini menjawab mohon kirim mereka ke negara ketiga.

Zoelfahmi bicara ke tiga juru bicara pengungsi yang menjadi motor penggerak demo bahwa ketiganya sudah sering berjumpa Kaban Kesbangpol Pekanbaru itu. Sudah puluhan kali.

"Kami terima surat kalian ini nanti disampaikan ke Pak Gubernur. Dan Pak Gubernur juga sudah tahu ini. Kami juga sudah datang berkali-kali. Persoalan resetlement ini bukan persoalan Pak Gubernur ya. Tapi ini persoalan negara yang kalian tuju. Kalau mereka mengizinkan kalian berangkat ke sana, nanti difasilitasi oleh UNHCR. Paham ya?" tegas Zoelfahmi Adrian alias Bang Zoel.

Ditambahkan Bang Zoel, pengungsi itu tidak hanya ada di Pekanbaru. Pengungsi itu ada di beberapa negara. Dijawab sama pengungsi bahwa mereka berharap hal ini dibicarakan Pak Gubernur ke UNHCR unruk carikan solusi.

Dijawab oleh Bang Zoel bahwa UNHCR ini sudah datang ke hadapan kalian sudah menjelaskan. Tapi dijawab pengungsi bahwa jawaban UNHCR itu tidak enak bagi pengungsi, tidak puas pengungsi. Dijawab lagi sama Bang Zoel semua ini sedang proses. 

Ditanya oleh Kaban Kesbangpol apa masalahmu. Dijawab pengungsi pindahkan kami ke negara ketiga. Dijawab lagi oleh Kaban Kesbangpol oke ya bahwa pemindahan pengungsi ke negara ketiga bukan urusan Pemerintah Indonesia. Itu juga bukan hak kamu pengungsi pemindahan ke negara ketiga.

"Surat kalian ini sudah kami terima, nanti akan saya sampaikan ke Pak Gubernur. Ini juga sudah ada Pak Kabidnya nih. Saya minta setelah surat ini Saya terima saya harap kalian kembali ke akomodasi. Sudah saya jawab surat kalian itu. Kalau ngomong sama kalian ini tak bisa satu persatu. UNHCR itu sudah buat surat jawaban kepada kalian, Saya yang mintakan. Sudah dikasih ke kalian suratnya satu-persatu. Suratnya ya, bukan ngomong. Penjelasan UNHCR itu ya sudah ada satu persatu," tegas Bang Zoel kesal.

Dijawab pengungsi Afghanistan bahwa surat UNHCR itu tidak memuaskan mereka. Lantas dijelaskan Kaban Keabangpol bahwa surat itu memang tidak memuaskanmu. Sekarang kata Kaban Kesbangpol sudah melalui wawancara di antara kalian ini hampir 200 orang. Sudah tinggal menunggu keberangkatan ke negara ketiga itu ada 70 orang pengungsi.

Kembali Kaban Kesbangpol tegasnya bahwa pihaknya sudah sering ketemu pengungsi ini nanti surat kalian akan disampaikan ke Pak Gubernur. Kami terima masukan kalian, surat kalian ini. Nanti tak bisa disuruh Gubernur menjawan surat kalian ini sekarang. Akan dilakukan koordinasi nanti.

"Sekarang saya minta kalian bubar dan pulang ke akomodasi. Kalian tunggu jawaban suratnya. Tak bisa dipastikan surat jawabannya kapan. Dari dulu Pemerintah ini sudah tolong kalian, kalian hidup aman di sini. Surat kaliannsudah saya terima sekarang bubar," tegas Kaban Kesbangpol seraya petugas polisi dan Satpol PP Riau membubarkan pengungjukrasa pengungsi Afghanistan. 

Dari pantauan di lokasi demo, para pengunjukrasa bukan hanya kaum pria, tapi juga wanita, anak-anak pengungsi Afghanistan, dan lansia menggunakan kursi roda. Unjukrasa berjalan tertib, pengungsi pulang ke akomodasi/tempat penampungan pengungsi masing-masing di Kota Pekanbaru.(azf)


Baca Juga